Gary Dessler: Produktivitas Pekerja Indonesia Masih Tertinggal

Gary Dessler, pakar Sumber Daya Manusia (SDM) asal Amerika Serikat, berpendapat, kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat cukup signifikan, tapi sektor manufaktur justru mengalami penurunan.

"Ketika pertumbuhan ekonomi global sedang melambat, Indonesia justru memperlihatkan peningkatan Gross Domestic Product (GDP) yang cukup signifikan. Di tahun ini, pertumbuhannya bisa diprediksi akan mencapai 5,1 persen," ujar Dessler saat seminar dan konferensi internasional Human Capital and Strategy International Conference di Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta.

sdm-tki

Penulis buku Human Resource Management ini menambahkan, nilai pertumbuhan itu akan melampaui Malaysia (4,4 persen) dan Thailand (2,5 persen). Namun, lanjut dia, pertumbuhan tersebut masih lebih rendah dari Philipina (6,4 persen) dan Vietnam (6,2 persen)."Namun demikian, pertumbuhan sektor manufaktur tidak begitu menggembirakan karena menunjukkan tingkat produktivitas pekerja Indonesia relatif rendah," Dessler menegaskan.

Mengutip laporan Bank Dunia, Dessler mengungkapkan, kawasan Asia Pasifik memiliki tingkat pertumbuhan yang stagnan di kisaran 0,6 persen selama 15 tahun terakhir (1990-2015). Pencapaian tersebut, tertinggal jauh dari Tiongkok (17 persen), Malaysia (14 persen), dan bahkan Vietnam (12 persen).

"Sejak tahun 1990 sampai tahun 2015 sektor manufaktur terus mengalami penurunan. Tercatat dari 11 persen antara tahun 1990 sampai 1996, menjadi hanya 4,8 persen di tahun 2001 sampai 2014," tambah Dessler.

Lebih memprihatinkan, menurut Dessler, kondisi tersebut terjadi pada tingkat pendapatan per kapita yang cukup rendah dan sebelum industrialisasi mencapai kematangannya. "Hal ini menggambarkan situasi de-industrialisasi yang prematur," ujarnya.

Situasi ini, kata Dessler, menjadi momentum yang paling tepat untuk memacu kualitas SDM yang dibutuhkan Indonesia. "Terutama, untuk mengimbangi kinerja pemerintah yang saat ini begitu gencar mengambil langkah meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional," jelasnya.

Dessler sendiri optimistis, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi yang luar biasa di masa depan, asalkan ada perencanaan yang menyeluruh dan strategis untuk mengatasi kelambanan pertumbuhan sektor-sektor ekonomi, khususnya manufaktur. Untuk mengatasi hal itu, lanjut Dessler, pemerintah semestinya mengambil langkah perencanaan strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

"Melalui strategi industrial yang mendukung pengembangan industri-industri yang terseleksi, penetapan zona-zona ekonomi khusus yang membantu mengurangi hambatan-hambatan regulasi, merencanakan peningkatan pembangunan insfrastruktur yang mengurangi biaya logistik, peningkatan kualitas modal manusia dengan pendidikan lanjut dan program-program pengembangan bakat," Dessler menegaskan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)