Gaya Bos Awal Bros Didik 12 Anaknya

Grup Awal Bros dibangun oleh tangan dingin Awaloeddin. Konglomerasi bisnis mereka berkibar di Riau, Pekan Baru. Mulai dari penyewaan alat berat, SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). Chevron dan Pertamina adalah klien utama mereka.

Ide untuk membuat rumah sakit muncul saat seluruh anggota keluarga sarapan pagi bersama. Rasa nasionalisme sang ayah tersentuh lantaran sering diejek karena berobat ke Singapura. Inilah yang membuatnya bertekad membangun rumah sakit besar di Tanah Air. Saat ke-12 bersaudara saling pandang dan terdiam, si bungsu, Arfan memberanikan diri dan mengiyakan tantangan tersebut.

Jadilah, Arfan diserahi tugas mempersiapkan segala sesuatu untuk pendirian RS Awal Bros. Hingga kini, Grup Awal Bros kini telah memiliki 11 jaringan RS Awal Bros yang tersebar di Riau (4 RS), Batam (1 RS), Jabodetabek (3 RS + 1 sedang dibangun di Bekasi Timur), Lampung (1 RS), dan Makassar (1 RS).

Arfan Awaloeddin Owner Rumah Sakit Awal Bros Arfan Awaloeddin Owner Rumah Sakit Awal Bros

Tiga dari 11 RS itu adalah hasil akuisisi yakni RS Evasari (Jakarta), RS A Yani dan RS di Lampung. Semuanya telah berstandar internasional setelah 4 diantaranya memegang standar RS internasional bergengsi yakni Joint Comission International (JCI), yaitu RS Awal Bros Tangerang, Pekanbaru, Batam, dan Bekasi.

Lalu, bagaimana Awaloeddin mendidik dan memberikan amanah kepada 12 anak-anaknya?

“Ayah saya egaliter. Ayah tidak menawarkan, siapa yang tertarik saja. itu lebih fair. Daripada ditunjuk. Itu akan membuat anak-anak yang lain jealous. “Saya anak bungsu, tapi jadi leader bisnis healthcare keluarga. Ini karena tidak ada anak emas di keluarga kami. Saya tangani karena saya yang berminat. Jadi, semua diberi kebebasan tapi tetap bertanggung jawab dan itu dikontrol oleh ayah,” kata Arfan.

Seorang pemimpin yang egaliter mampu mendudukkan diri sebagai kawula, bukan sebagai elit. Egaliter melekatkan makna bahwa seorang pemimpin itu mampu memposisikan dirinya sebagai bagian dari rakyat kebanyakan. Kepemimpinan gaya egaliter banyak diminati oleh bawahan karena sekat antara pemimpin dan yang dipimpin seakan-akan tidak ada. “Semua terbawa sampai sekarang. Tidak ada anak yang menonjol di Awalbros Group, semua sama,” katanya.

Grup Awal Bros untuk saat ini belum memiliki perusahaan holding. Setiap anak bertanggung jawab atas perusahaan tertentu. Kedua belas anak Awaloeddin menjadi pemegang saham di masing-masing bisnis keluarga. “Saya yang mengurusi bisnis healthcare juga bagian sahamnya tidak lebih dari yang lain. Jadi, ini perusahaan keluarga yang dikelola secara profesional,” katanya. (Reportase: Raden Dibi Irnawan)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)