Generasi Milenial Tunda Beli Rumah, Ini Alasannya | SWA.co.id

Generasi Milenial Tunda Beli Rumah, Ini Alasannya

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok selain sandang dan pangan. Untuk memilikinya, dibutuhkan strategi khusus mengingat harga hunian terus merangkak naik. Bahkan, saat kondisi perekonomian masih belum kondusif seperti sekarang.

“Harga hunian biasanya terangkat seiring pembangunan infrastruktur. Misalnya, pembangunan LRT akan mendongrak harga properti di jalur yang dilewatinya,”kata Ignatius Untung Country General Manager Rumah123.

Sayangnya, lanjut dia, hal ini tidak dicermati para pekerja maupun pengusaha yang saat ini mulai dibanjiri generasi milenial. Umumnya, generasi yang lahir sejak tahun 1980 ini terbuai dengan segala kenikmatan yang tengah diraih.

Ignatius Untung Country General Manager Rumah123

“Selepas lulus kuliah, langsung kerja. Dapat gaji lumayan, kemudian tergoda untuk beli ini-itu. Rayuan berupa promosi liburan makin gencar. Mereka memilih berlibur di tempat impian, sehingga melupakan kebutuhan menabung untuk beli rumah,” kata dia.

Dia menjelaskan, keputusan memilih gaya hidup lebih tinggi seiring kenaikan gaji bisa membuat terlena. Jika mengikuti hawa nafsu seperti mobil baru, gadget terbaru, liburan paling hits, hingga pakaian dan sepatu trendy, sulit bagi para generasi milenial ini untuk menyiapkan tabungan untuk membeli rumah.

“Saat ini, ada tabungan haji dan umroh. Kenapa tidak ada tabungan perumahan? Ini untuk memacu para anak muda ini untuk menyiapkan masa depan mereka dengan lebih baik. Memang ada Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat), tapi ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata dia.

Satu-satunya cara, lanjut dia, para generasi milenial harus nekat. Artinya, mereka harus berani menurunkan gaya hidupnya sehingga memiliki dana sisa untuk ditabung. Setidaknya, untuk membayar uang muka membeli rumah. Jika tidak begitu, mereka akan terus-menerus mengontrak rumah.

“(Beli rumah) Harus sekarang. Jangan ditunda lagi. Semakin ditunda, harga rumah akan terus naik dan kian tak terjangkau. Kenaikan pendapatan terbatas seiring inflasi yang kian terjaga. Sementara, harga rumah terus naik seiring gencarnya pembangunan infrastruktur,” ujar dia.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)