George S. Tahija, Tebarkan Optimisme dan Review Model Bisnis

George S. Tahija,

Di kalangan pengusaha nasional, nama George S. Tahija bukanloh sosok asing. George dikenal sebagai pemilik Grup Austindo yang bisnisnya terus berkembang, mulai dari sektor sumber daya alam, pangan, energi, finansial, hingga layanan kesehatan. Salah satu bisnisnya ialah ANJ Agri yang sudah dikenal kalangan pelaku bisnis perkebunan sawit, yang belakangan juga aktif mengembangkan industri sagu.

Sangat menarik mendengar paparan wisdom dari pengusaha senior ini tentang bagaimana harus menyikapi krisis karena pandemi Covid-19. Berikut ini nasihatnya yang sangat bernilai.

-------

Bila dibandingkan dengan krisis finansial Asia tahun 1998, krisis karena pandemi kali ini sangat berbeda. Krisis finansial Asia bermula dari devaluasi mata uang yang memicu terjadinya krisis perbankan dan selanjutnya berkembang menjadi krisis politik. Krisis Asia utamanya terjadi di Asia Tenggara, sedangkan negara-negara lain, terutama negara maju, tidak terlalu terdampak.

Covid-19 adalah pandemi global yang berdampak pada semua negara di dunia serta perekonomian mereka. Waktu yang lebih panjang akan dibutuhkan untuk bangkit dari krisis ini karena semua negara, baik yang kaya maupun yang miskin, sedang menderita.

Kita sudah punya pengalaman melewati serangkaian krisis eknonomi seperti pada 1997-1998. Bisnis dan kehidupan bagai ombak di lautan. Akan selalu ada turun dan naik. Apa yang saya pelajari adalah bahwa organisasi dengan budaya perusahaan yang kokoh memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk bertahan hidup. Budaya perusahaan yang kuat akan menciptakan rasa memiliki terhadap organisasi.

Jika ada rasa memiliki yang kuat di antara individu dalam suatu organisasi atau bisnis, mereka akan berjuang keras untuk menyelamatkannya. Krisis Covid-19 memberikan kesempatan yang unik untuk melihat apa yang berjalan dan apa yang tidak berjalan di organisasi. Di masa krisis, kelemahan dan kesempatan umumnya akan terlihat. Penting bagi pimpinan organisasi untuk memiliki kapasitas pembelajaran dari masa lalu dan bersiap untuk masa depan.

Setelah krisis Covid-19 ini berlalu, kita tidak akan kembali ke kenormalan yang kita kenal di masa lalu. Kita akan memasuki “kenormalan baru” atau “kenormalan selanjutnya”. Terlalu dini untuk mengetahui seberapa besar perubahan yang akan terjadi, tetapi ada satu hal yang pasti: peran teknologi akan semakin dominan di berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Kita harus bisa menerima dan beradaptasi dengan perubahan yang akan terjadi.

Ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan kalangan bisnis di tengah krisis ini. Pertama, jelas, pimpinan perusahaan harus selalu menebarkan harapan dan optimisme. Di masa sulit, orang akan mengandalkan para pemimpinnya untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan menemukan jalan keluar dari krisis. Lalu, jangan menunda atau ragu untuk mengambil langkah yang sulit agar dapat terus beroperasi.

Selain itu, jangan lupa tingkatkan komunikasi pada segala tingkatan mengenai mengapa langkah-langkah sulit harus dilakukan dan apa yang dilakukan perusahaan untuk bertahan hidup. Pimpinan perusahaan juga harus meninjau kembali dan memeriksa model bisnis yang ada dan bersiap memasuki era baru. Resep kesuksesan di masa lalu tidak akan sama dengan resep untuk sukses di masa depan. Akan selalu ada siklus naik dan turun di dalam bisnis, karenanya penting untuk selalu menyeimbangkan pertumbuhan dan manajemen risiko.

Dalam kondisi seperti itu, sangat penting menjalankan nilai-nilai yang baik, seperti integritas, menghargai sesama manusia dan lingkungan, serta meningkatkan kemampuan secara berkesinambungan. Termasuk, dengan meningkatkan program pelibatan dan pengembangan masyarakat yang dilakukan perusahaan kami. Nilai-nilai ini merupakan inti organisasi dan telah membawa manfaat bagi perusahaan, baik di saat perusahaan dalam keadaan baik maupun dalam situasi yang penuh tantangan. Nilai-nilai ini sudah tertanam di budaya perusahaan dan memandu langkah-langkah dalam menghadapi krisis.

Di luar itu, sedikit nasihat untuk pengembangan generasi muda, akan selalu muncul godaan untuk menghindar dari situasi yang penuh tantangan. Namun, setiap tantangan harus dipandang sebagai kesempatan untuk tumbuh, baik secara personal maupun profesional. Kita justru belajar dan akan berkembang dari pengalaman-pengalaman yang paling sulit. (*)

Sudarmadi & Andi Hana Mufidah Elmirasari

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)