HIPMI Ingin Pengusaha Muda Bisa Bersaing di Era MEA

Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi BPP HIPMI, Dr. Anggawira, mengungkapkan, Indonesia memilki potensi kekayaan yang luar biasa untuk bisa unggul dalam persaingan global. Kendati demikian, ia melihat Indonesia masih tertinggal jauh dibanding dengan negara- negara tetangga di ASEAN. “SDA belum bisa diolah optimal menjadi barang bernilai tambah tinggi, begitu pun dengan pelayanan jasa yang masih perlu untuk terus dikembangkan,” ungkapnya.

unnamed(2)_resized

Belum tergeraknya perekonomian Indonesia secara optimal salah satunya disebabkan oleh masih minimnya warga negara yang menjadi pengusaha/enterpreneur di mana kreativitas dan inovasi bergerak cepat di tangan pengusaha.

“Potret kuantitatif memperlihatkan bahwa Indonesia masih krisis wirausaha. Pengusaha di Indonesia hanya berjumlah 1,5% dari total penduduk. Angka ini tergolong sangat rendah dan jauh dibawah negara- negara ASEAN seperti Singapura, yang memiliki indeks 7%, Malaysia 5%, dan Thailand, 4,5%,” ujar Anggawira yang juga Komisaris PT Permata Transindo.

Ia berharap dengan adanya HIPMI Jambore yang bertemakan “Revolusi Mental, Jalan Tengah Membangun Entrepreneur Muda yang Berdaya Saing di Era MEA” bisa menjadi modal dasar anak muda untuk terjun ke dunia usaha serta mencetak pengusaha muda berkualitas

Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia, menegaskan, Indonesia sebetulnya sudah membuka peluang pasar yang seluas-luasnya dalam berbagai macam hal mulai dari perdagangan, investasi, hingga aliran modal. Maka apabila Indonesia ingin unggul dalam persaingan percaturan liberalisasi tersebut, tidak ada pilihan lain selain meningkatkan produktivitas, dan daya saing komperatif yang tinggi.

“Meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja industri serta penerapan teknologi industri berbasis sumber daya alam local,” ujarnya.

Menurutnya, pengusaha muda, merupakan tenaga penggerak pembangunan. Di tangan pengusaha muda inilah proses penciptaan nilai tambah berbagai produk dalam negeri akan berbuah lebih cepat. Menurutnya, ada 5 peran yang dimainkan oleh entrepreneur dalam menggerakan perekonomian.

“Entrepreneur mampu membuka dan mengembangkan pasar baru, mampu menemukan sumber daya atau faktor produksi baru, Entrepreneur dapat memobilisasi sumber daya modal, Entrepreneur dekat dengan inovasi teknologi dan produk, Entrepreneur menciptakan lapangan kerja, Jika para pengusaha muda tidak mempersiapkan diri untuk meningkatkan kapasitas daya saing, jadi kita harus siap menghadapi pasar global ini,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)