Hyundai Indonesia Rayu “Pusat” untuk Berinvestasi

Indonesia kini dipandang sebagai pasar sekaligus tempat berinvestasi yang menggiurkan bagi kalangan pengusaha internasional. Sejumlah perusahaan besar tercatat telah menggelontorkan dana investasi yang tidak sedikit di Tanah Air. Namun, perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, belum jua melakukan hal yang sama. Apa yang menjadi pertimbangannya?

Jongkie Sugiarto, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

“Hyundai belum ada investasi di ASEAN, terutama di Indonesia, sehingga kita tidak bisa memanfaatkan yang namanya AFTA (ASEAN Free Trade Agreement). Karena Korea sendiri tidak masuk dalam ASEAN kan. Kita hanya ada FTA antara Indonesia atau ASEAN dengan Korea. Tapi FTA itu tidak sebagus atau semurah AFTA. Jadi, kita masih bayar bea masuk dan lain-lain,” terang Jongkie Sugiarto, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia, di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Dia menerangkan, potensi pasar otomotif di Indonesia bakal terus berkembang. Karena jumlah penduduk Indonesia sendiri terbilang besar yakni sekitar 240 juta orang. Sementara, di kawasan Asia Tenggara, jumlah penduduk Thailand sekitar 68 juta orang, dan Malaysia hanya 28 juta orang. “Saya tanya sekarang di Thailand, orang beli mobil setiap 3 bulan? Nggak dong. Penduduk jumlahnya 68 juta, jadi pada satu angka dia berhenti, jenuh. Tapi Indonesia kan pasarnya berkembang terus,” terang Jongkie yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) ketika ditanya potensi pasar otomotif Thailand untuk mengalahkan Indonesia.

Optimisme Hyundai akan pasar otomotif Indonesia ditunjukkan dengan pencanangan target penjualan mobil yang cukup tinggi sekalipun penjualan mobil secara nasional diprediksi stagnan di angka 1,1 juta unit. Hyundai Mobil Indonesia menargetkan untuk menjual 8.000 unit mobil tahun ini. Jauh di atas penjualan tahun 2012 sekitar 6.000 unit mobil.

Karena itu, Jongkie pun mengaku tidak henti-hentinya merayu kantor pusat di Korea Selatan untuk segera mengembangkan sayap di Tanah Air.  Memang, kata Jongkie, mengambil keputusan untuk investasi tidak mudah. Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan. Ia menyebutkan, aspek yang menjadi perhitungan, diantaranya, jenis mobil yang akan dibuat di Indonesia, lokasi pabrik, hingga bagaimana pemasarannya.

“Kita memang terus coba meyakinkan Hyundai Korea untuk ambillah segera keputusan untuk berinvestasi. Kita coba meyakinkan dia, itu tugas saya. Bagus dong kalau mereka mau, tapi belum ada keputusan,” sambung dia.

Sejauh ini, Hyundai pusat terus meminta data terkait Indonesia. Pihak Hyundai Mobil Indonesia pun memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mungkin menjadi pertimbangan. “Sebagai Hyundai Indonesia kita harus berikan itu. Dan kita coba yakinkan, gini loh potensi Indonesia itu luar biasa dengan penduduk 240 juta jiwa. Jauh lebih berpotensi dibanding Thailand, Malaysia, dan lain-lain,” tandas Jongkie. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)