IGA 2013, Beri 71 Penghargaan Lingkungan

Tahun ini, untuk keempat kalinya The La Tofi School of CSR menggelar Indonesia Green Award (IGA) 2013 dalam ajang pemberian penghargaan lingkungan melalui 9 katagori yang diikuti oleh perusahaan, pemerintah daerah, BUMN, perugruan tinggi, LSM dan TNI. Katagori mencakup Pelestari Sumber Daya Air, Pelestari Energi Terbarukan, Pelestari Hutan, Pelestari Keanekaragaman Hayati, Pelopor Pengolahan Sampah, Pelopor Pencegahan Polusi, Pelopor Pengembangan Pangan, Pelestari Nilai Luhur Komunitas dan Pemimpin Pelestari Bumi.

Menurut Surna Tjahja Djajadiningrat, Ketua IGA 2013, jumlah peserta IGA selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun ini misalnya dari 118 peminat hanya 71 pihak penerima IGA dan 3 di antaranya menerima penghargaaan khusus yaitu PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk., PT Pertamina dan PT Semen Indonesia sebagai `Pelestari Bumi Terbaik`. Perusahaan - perusahaan ini dinyatakan layak menerima penghargaan pada empat katagori. Pertamina misalnya menyabet 4 katagori yaitu Pelestarian Hutan, Pelestarian Keanekaragaman Hayati, Pelopor Pencegahan Polusi dan Pemimpin Pelestari Bumi (Karen Agustiawan, President Director Pertamina).

Penerima penghargaan Pemimpin Pelestari Bumi lainnya adalah Ahmad Heryawan (Guberbur Jawa Barat), Muzakir Sai Sohar (Bupati Muara Enim), Emirsyah Satar (CEO Garuda Indonesia), Irwan Hidayat (Direktur Utama PT Sido Muncul), Liliawati Rahardjo (Direktur PT Summarecon Agung Tbk), Tiffanie Suwana (Pendiri Sahabat Alam Adeline) dan Toto Sugito (Ketua Umum Bike 2 Work Indonesia).

Selain itu, The La Tofi School of CSR juga memberikan Indonesia Green Awards for Lifetime Achievement kepada Emil Salim, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden yang diserahkan oleh Ketua Umum IGA 2013 Surna Tjahja Djajadiningrat di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski (25/6). Menurut La Tofi, Chairman The La Tofi School of CSR, penghargaan lingkungan tertinggi dalam IGA ini diberikan karena jasa luar biasa Emil Salim dalam mengembangkan konsep pembangunan berkelanjutan yang menjamin kelestarian lingkungan dalam harmoninya dengan kehidupan sosial.

Dalam sambutannya Emil Salim menyampaikan Pidato Bumi yang diamanatkan kepada para pemangku kepentingan. Perusahaan harus membuat perubahan dengan tidak lagi berorientasi untuk mengeruk sumber daya alam, tetapi berbisnis yang bisa memberi dampak pada perbaikan kondisi lingkungan dan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan bisa menjalankan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) secara lebih baiik dan menguntungkan.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun, sudah waktunya bagi semua negara dan masyarakat global untuk melakukan pendekatan ekonomi hijau dengan menjalankan aplikasi pembangunan berkelanjutan pada semua proses yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Untuk menjawab tantangan tersebut harus melakukan kegiatan ekonomi berkelanjutan yang berbasis pada efisiensi sumber daya, memperhatikan kelestari lingkungan dan tetap memberikan profit bagi perusahaan maupun masyarakat sekitarnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)