Ignasius Jonan dan 8 Langkah Suksesnya

Ignasius Jonan (foto: dok)

Dalam sebuah organisasi, penting bagi pemimpin untuk menghasilkan sesuatu dari kerja keras dan tanggung jawabnya sehingga dia bisa menjadi panutan bagi timnya. Seorang pemimpin juga harus disiplin, tangguh, dan komunikatif sehingga menjadi teladan untuk berjalan menuju kesuksesan. Untuk mencapai kesuksesan tersebut dibutuhkan kerja keras dan tanggung jawab seorang leader yang dapat menghasilkan nilai tambah dari tim yang dipimpinnya.

Demikian pandangan mantan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan tentang peran pemimpin yang disampaikannya pada acara Monthly Business Clinic FIFGroup (20/1/2022). Menurutnya, pemimpin-pemimpin yang sukses harus mampu menerima perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya hingga bisa mendeskripsikan masa depan apa yang ingin diraih bersama dengan timnya.  Selain menceritakan pengalaman selama memimpin, Menteri Perhubungan RI periode 2014-2016 ini membagikan kiat-kiat mulai dari membentuk pola pikir seorang pemimpin, menetapkan strategi dalam mengembangkan perusahaan, hingga menunjukkan bagaimana peran pemimpin sebagai agen perubahan.

“Seorang pemimpin yang transformatif harus bisa menerapkan 8 langkah dalam melakukan transformasi bagi perusahaannya,” tutur pria yang pernah sukses memimpin PT Kereta Api Indonesia ini.

Langkah tersebut yakni membentuk kepekaan urgency (establishing the sense of urgency), membentuk koalisi yang kuat (forming a powerful guiding coalition), membuat sebuah visi (creating a vision), mengkomunikasikan visi yang dibuat (communicating the vision), dapat mempengaruhi tim atau orang di sekitarnya untuk berbuat sesuai dengan visi yang sudah ditetapkan (empowering others to act the vision), mempersiapkan dan membuat tujuan jangka pendek (planning for and creating short-term wins), melakukan peningkatan dan menghasilkan sejumlah perubahan positif (consolidating improvements and producing more change), dan melakukan pendekatan yang berbeda (institutionalizing new approaches).

“Seorang leader harus bisa membawa aura positif untuk bisa maju menghasilkan kinerja-kinerja terbaik bagi timnya. Ketika tim yang dipimpin tidak mencapai goals yang telah ditetapkan, seorang pemimpin yang baik tidak akan pernah menyalahkan tim, kondisi, dan sebagainya, seperti yang diungkapkan di beberapa artikel yang saya baca,” tutur Jonan.

Selain dari sisi pemimpin, Jonan juga berbagi pengalamannya dalam melakukan berbagai aksi untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Dalam pemaparannya, dia menyebutkan bahwa sebuah perusahaan perlu melakukan transformasi untuk meningkatkan kerja seuruh lini bisnis di masa depan.

Baginya, perusahaan yang sustain adalah yang mampu melakukan transformasi untuk memberikan pelayanan yang baik. Jonan juga menegaskan, perusahaan perlu berfokus pada customer (customer centric) untuk menjadikannya sebagai pioneer dalam berbagai gebrakan baru.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)