2016, Sewatama Bangun Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

Kebutuhan akan tenaga listrik yang meningkat setiap tahunnya menjadikan energi ini menjadi salah satu infrastruktur strategis. Selama ini sumber listrik dipasok oleh PT PLN (Persero) dan tiga pihak swasta, yaitu Private Power Utility (PPU), Independent Power Producer (IPP), dan Izin Operasi (IO) non bahan bakar minyak (BBM). Akan tetapi ketersediaan pasokan listrik belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. yang Pada tahun 2014 sebesar 70 persen di antaranya disumbang oleh PLN.

Melihat kondisi tersebut, berbagai alternatif cara pun dilakukan oleh pemerintah. Pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip pengelolaan alam dan lingkungan. Strategi tersebut didukung oleh PT Sumberdaya Sewatama. Sebagai perusahaan terintegrasi di bidang penyediaan jasa solusi ketenagalistrikan di Indonesia, pihaknya akan membangun pembangkit listrik energi terbarukan.

Namun kendala muncul di faktor pembiayaan. Menurut Elan B. Fuadi, Direktur Utama PT Sumberdaya Sewatama untuk membangun pembangkit listrik energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga minihidro maupun pembangkit listrik biogas dibutuhkan biaya sekitar US$2-2,5 juta untuk setiap 1 MW.

“Jika membangun pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan batubara, US$1,5 juta untuk setiap 1 MW,” ungkapnya saat ditemui dalam acara Clean & Renewable Energy for Indonesia 2016.

Elan B Fuadi, CEO PT Sumberdaya Sewatama dan Sukatmo Padmosukarso, CEO PT Indonesia Insfrastructure Finance Elan B Fuadi, CEO PT Sumberdaya Sewatama dan Sukatmo Padmosukarso, CEO PT Indonesia Insfrastructure Finance

Sambutan baik diberikan oleh Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Sebagai badan usaha berorientasi komersial, IIF memberikan injeksi modal sebesar Rp 300 miliar pada akhir Desember lalu dalam bentuk Mandatory Convertible Bond dengan jangka waktu selama 5 tahun.

Selain menerima injeksi, anak perusahaan PT ABM Investama Tbk ini membuat anggaran belanja modal 2016 sebesar Rp 1 triliun, di mana sebesar 30 persen sumber anggaran dipenuhi dari ekuitas, sedangkan 70 persen dari project financing.

“Ini bentuk dukungan perusahaan untuk menyukseskan program pembangunan listrik 35.000 MW. Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Sudirman Said menyatakan, untuk pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan porsinya 8.000 MW atau sekitar 25% dari keseluruhan program itu,” kata Sukatmo Padmosukarso, Presiden Direktur & Chief Executive Officer IIF.

Sementara itu, bila merujuk pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2014-2024 yang dibuat oleh PLN, untuk energi terbarukan dalam skala kecil termasuk biomassa, biogas, minihidro dan tenaga surya berkisar hingga 400 MW.

Sewatama memiliki target membangun pembangkit listrik tenaga minihidro hingga 50 MW dalam jangka waktu 5 tahun mendatang di Sulawesi Selatan. Selain itu beberapa proyek yang akan sedang digarap yaitu menyeimbangkan portofolio bisnisnya, proyek kerjasama pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar limbah kelapa sawit dengan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dengan kapasitas 5 MW.

Sedangkan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, perusahaan menyelesaikan pelaksanaan studi tahap awal untuk pembangkit listrik tenaga baru dengan kapasitas 3 MW. Perseroan juga sudah menelurkan kerjasama inovatif dengan Caterpillar Inc. melalui pembangunan pembangkit listrik hybrid terbarukan, menggabungkan berbagai bauran energi dalam satu kelompok pembangkitan listrik. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)