IIF Siap Menjadi Katalisator Pembiayaan Proyek Infrastruktur Indonesia

Sukatmo Padmosukarso (tengah) Presiden Direktur & CEO PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Sukatmo Padmosukarso (tengah) Presiden Direktur & CEO PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF)

Sebagai perusahaan swasta yang dibentuk khusus untuk berperan langsung dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) siap menjadi katalisator pembiayaan proyek infrastruktur. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ari Soerono, Managing Director IIF di acara konferensi pers '"Greater Momentum to Reach A Higher Level", di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta (4/12).

Acara yang diselenggarakan bersama para klien, mitra kerja IIF dan pemangku kepentingan tersebut, sebagai penanda tahun 2014 sebagai tahun yang penting dalam perjalanan IIF. Pencapainnya antara lain; pembiayaan infrastruktur pada sektor jalan tol, telekomunikasi, air, pelabuhan, minyak, gas bumi dan kelistrikan. Dengan total nilai proyek sebesar Rp 24 triliun dari komitmen pembiayaan sebesar Rp 3,5 triliun.

"Salah satu keunggulan kami, mampu menyediakan pembiayaan jangka panjang termasuk dalam mata uang US$. Kami juga siap untuk memberikan pinjaman dalam bentuk subordinary/mezzanine, bahkan ekuitas. Berbagai fleksibilitas pendanaan tersebut telah menjadikan kami pilihan menarik dalam struktur kapitalisasi suatu proyek infrastruktur," tambah Sukatmo Padmosukarso, Presiden Direktur IIF.

Saat ini, saham IIF dipegang oleh pemerintah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) sebesar 33,88%, IFC (International Finance Corporation) sebagai perwakilan World Bank dan Asian Development Bank (ADB) masing-masing sebesar 19,99%, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbh (DEG) sebesar 11,24% dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) sebesar 14,9%.

Di samping berbagai instrumen pendanaan proyek, IIF juga menyediakan jasa konsultan/advisory baik kepada swasta maupun kepada pemerintah. Khusus untuk jasa advisory kepada pemerintah, IIF secara signifikan telah berperan dalam pengembangan skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) di Indonesia, baik dari sisi penyiapan kebijakan maupun dari sisi pengembangan proyek-proyek KPS itu sendiri.

Dengan berbagai nilai tambah tersebut, IIF sangat yakin akan kemampuan dan komitmennya untuk menjadi katalisator dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang dipersiapkan dengan baik dan layak secara komersial.

Menurut Ari Soerono, Managing Director & Chief Finance Officer IIF, untuk pembiyaan infrastruktur di tahun 2015, dibutuhkan pinjaman asing sebesar Rp 3,4 triliun.

“Kami sangat optimis dalam waktu dekat, IIF akan menjadi katalisator dan barometer bagi para penyedia pembiayaan infrastruktur lainnya. Hal ini sejalan dan sesuai dengan tujuan pendirian IIF oleh pemerintah Indonesia dan para lembaga multilateral,” terang Sukatmo. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)