Imam T. Saptono, Nakhoda Baru BNI Syariah

Imam T Saptono didapuk menjadi nakhoda BNI Syariah di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2015. Demikian rilis resmi BNI Syariah yang dikirim ke media. RUPS juga memutuskan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi berkenaan dengan telah berakhirnya masa jabatan beberapa anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi BNI Syariah adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama – Fero Poerbonegoro
Komisaris – Muhammad Syakir Sula
Komisaris – Rizqullah
Komisaris – Max Niode

Direksi

Direktur Utama – Imam Teguh Saptono
Direktur – Junaidi Hisom
Direktur – Kukuh Rahardjo
Direktur – Tribuana Tunggadewi

Imam T Saptono, Direktur Utama BNI Syariah Imam T Saptono, Direktur Utama BNI Syariah

Siapakah sosok Imam? Imam Teguh Saptono dilahirkan di Jakarta tahun 1969. Menjabat sebagai Direktur Bisnis sejak tahun 2012. Ia memperoleh gelar Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1992 dan Magister Manajemen Agri Bisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1994. Ia memperoleh gelar Doktor dalam bidang Manajemen Bisnis di Institut Pendidikan Bogor (IPB) pada tahun 2011.

Imam memulai kariernya sebagai Trainee for Management Instructor di PT Garuda Indonesia. Bergabung dengan BNI tahun 1996 di Divisi Perencanaan Strategis (1996) dan menjabat sebagai Senior Asisten Manajer Hubungan Investor Bidang Riset Pasar Modal dan Pengembangan Bank BNI (1996-1998), sempat menjabat sebagai Head of Investor Relations di Bank Permata (2003-2005) serta Vice President of Corporate Secretary Bank Permata (2005-2007). Kemudian kembali bergabung dengan BNI di tahun 2007 sebagai Wakil Koordinator Non Organic Growth Project. Bergabung dengan Tim Implementasi Pembentukan Bank Umum Syariah tahun 2009, Direktur Risiko dan Kepatuhan BNI Syariah sejak Juni 2010.

Imam juga aktif mengikuti berbagai macam pelatihan baik dalam maupun luar negeri, misalnya Sertifikasi Risk Management Level 1 & 2 dari BSMR tahun 2006, Training for Trainers 7 – habbit dengan pembicara Prof. Terry David yang diadakan oleh Permata Bank pada tahun 2006, Corporate Secretary & Investor Relations Course di Singapura tahun 1997, dan Investor Relations Certification Programs di Singapura pada tahun 2004.

Sepanjang tahun 2015, BNI Syariah mencetak laba Rp 228,53 miliar atau tumbuh 39,98% dari tahun 2014. Hal ini didukung dengan adanya pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,09% dari tahun sebelumnya Rp 15,04 triliun menjadi Rp 17,77 triliun.

Pembiayaan konsumtif masih mendominasi yakni 52,71%, diikuti pembiayaan produktif UKM 22,26%, pembiayaan komersial 17,22%, pembiayaan mikro 5,62%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,15%. Pertumbuhan pembiayaan tersebut tetap menjaga kualitas dengan NPF sebesar 2,53%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 18,94% dari tahun sebelumnya Rp 16,25 triliun menjadi Rp 19,32 triliun. Strategi peningkatan DPK, antara lain melalui mass funding dengan fokus utama pada tabungan membuat rasio CASA naik dari 45,38% menjadi 46,15%. Hal ini juga tidak lepas dari dukungan BNI Induk melalui Syariah Channelling Outlet.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)