Impact Investment Exchange Sokong Usaha Kacang Mete di Bali

Impact Investment Exchange Asia (IIX), yang didirikan untuk mendukung wirausaha sosial dan KKR, sebuah firma investasi global, menandai kesuksesannya dalam penyelesaian proyek pendampingan teknis (technical assistance) bersama East Bali Cashews (EBC) yang berkedudukan di Desa Ban, Kecamatan Karangasem, Bali.

meteWirausaha sosial (social enterpeneur) merupakan bisnis yang memperhitungkan dampak positif bisnis tersebut terhadap masyarakat. EBC, yang didirikan pada 2012, merupakan fasilitas pengolahan kacang mete berskala besar pertama di Bali dan menggunakan praktik bisnis yang berkesinambungan serta ramah lingkungan dalam mengolah kacang mete tanpa kulit, mengemasnya serta menjual dengan merek Alamente.

EBC secara khusus mengutamakan perempuan dari latar belakang keluarga petani sebagai pekerja. Sebagian besar dari mereka buta huruf, tidak pernah memiliki pekerjaan dan gaji resmi.

Ketika EBC dalam tahap mengembangkan kapasitasnya, KKR bekerja sama dengan EBC dengan memberikan technical assistance dalam menyusun model keuangan, rencana bisnis, menilai struktur modal yang tepat dan persyaratan likuiditas untuk bisnis, serta mengembangkan struktur investasi untuk dana baru bagi EBC. IIX dan organisasi nirlabanya Shujog berkoordinasi dalam keseluruhan proyek dan juga menyusun penilaian dampak sosial EBC. Tim KKR yang bekerja di proyek ini adalah dua profesional private equity dari kantor Singapura dan Sydney.

Sebagai hasil dari usaha tersebut, EBC mendapatkan US$ 900 ribu sebagai pembiayaan baru. Saat ini sebagai bagian untuk mempersiapkan pabrik kedua, EBC membeli 16 mesin tambahan, melipat-tigakan ukuran gudang dan merekrut 100 pekerja baru.

Proyek penilaian dampak sosial dari Shujog menyatakan setiap uang yang dikeluarkan untuk aktivitas EBC pada 2013, akan menghasilkan keuntungan sosial sebesar 24% seperti merekrut tambahan pekerja dari desa Ban, memberikan upah bagi mereka untuk pertama kalinya, serta memperbaiki lingkungan. Pada 2015, dengan meningkatnya modal usaha dan ekspansi, efisiensi dari dampak proposisi EBC diprediksi berlipat ganda.

Manfaat langsung dari dampak investasi sosial ini meliputi 104 karyawan yang kini menikmati pendapatan lebih, peningkatan kesehatan, peningkatan mobilitas dan stabilitas keuangan serta meningkatnya modal sosial dan kesejahteraan emosional.

Rezal Kusumaatmadja, Komisaris dan Founding Investor EBC, mengatakan: “Bekerja sama bersama KKR, IIX dan Shujog, kami mengalami peningkatan dalam hal pendanaan dan ekspansi bisnis. Komitmen dan keahlian mereka kepada kami, membuat kami dapat bertumbuh lebih cepat daripada bila kami sendiri. Ketika calon investor mengetahui bahwa para profesional KKR telah me-review, memverifikasi dan memberikan bimbingan pada rencana bisnis EBC, kami memiliki ‘stempel persetujuan’ untuk penggalangan dana yang belum pernah kami miliki sebelumnya.”

“Saya percaya bentuk kerja sama seperti ini dimana perusahaan-perusahaan saling membantu dalam memberikan peluang bagi penduduk sekitar untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, merupakan salah satu bentuk usaha yang dapat memerangi kemiskinan di Indonesia, dan perlu terus dikembangkan,” ujar Rezal.

Robert Kraybill, Direktur Pengelola IIX, mengatakan: “Banyak wirausahawan sosial di Asia memiliki konsep yang baik, tetapi membutuhkan bimbingan dalam mewujudkannya. IIX akan berusaha memberikan sumber daya tersebut. Bergabungnya KKR dalam usaha ini adalah sesuatu yang signifikan. KKR memiliki keahlian investasi kelas dunia yang dapat membantu tim kami meningkatkan upaya untuk memberikan saran-saran bisnis yang strategis.”

Steve Okun, Direktur Hubungan Publik KKR untuk Asia Pasifik, menambahkan, “Di IIX dan East Bali Cashews, kami menemukan dua mitra yang berkomitmen membangun bisnis yang berfokus pada nilai tambah operasional. Proyek ini menunjukkan pentingnya pengukuran manfaat dari operasional suatu bisnis serta dampak sosialnya.”

Tim dari KKR, East Bali Cashews, IIX dan Shujog mempresentasikan proyek ini kepada sesi panel di PublicAffairsAsia SharingValueAsia Conference yang diadakan di Singapura kemarin (23/10). (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)