Implementasi People Analytics Jadi Strategi Perusahaan Bertahan

Foto: Pixabay

Wabah COVID-19 yang menghantam tanpa aba-aba menyebabkan kemerosotan ekonomi yang signifikan. Tidak ada pelaku bisnis yang siap untuk menghadapi risiko yang terjadi. Ekonomi global telah menyebabkan penurunan kinerja bisnis hampir di seluruh sektor. Di kondisi tepi jurang ini, HR dituntut menciptakan situasi strategis untuk mempertahankan kinerja karyawan. Untuk itu, penting di masa sekarang untuk mengimplementasikan people analytics.

Negotiation Consultant, Handito Aji Suroso dalam sesi Webinar Hit Reset, Kamis (27/08/2020) mengutip riset McKinsey terkait pentingnya people analytics. Ada tiga hal yang diuntungkan apabila sebuah perusahaan menerapkan People Analytics dalam proses manajemen sumberdaya manusia, yakni peningkatan efisiensi rekrutmen sebesar 80%, peningkatan produktivitas bisnis sebesar 25%, dan menurunkan attrition rate hingga 50%.

Ia juga menyebutkan, saat ini peran HR harus digeser ke hal-hal yang sifatnya mencari korelasi berbagai macam data karyawan.

“Kalau sebelumnya HR hanya berfungsi untuk tracking data yang sudah ada, kini mereka harus melihat korelasi antardata dan melihat dari sisi penyebabnya. Kemampuan HR lainnya yang lebih bagus adalah penguasaan people analytics untuk memprediksi hal-hal apa saja yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Prediksi ini, jelas Handito, contohnya terkait karyawan seperti apa yang akan resign dan profil karyawan seperti apa yang bagus ditempatkan di divisi tertentu, sehingga perusahaan dapat menemukan arah kebijakan yang tepat. Di industri yang serba bergerak cepat saat ini, diharapkan kemampuan HR dapat mengarah ke sana.

Dalam laporan konsultan Deloitte yang disampaikan Handito, ada beberapa 4 tahapan yang harus dicapai dalam implementasi people analytics

Pertama, ketika perusahaan masih melakukan operational reporting, yaitu perusahaan masih mencoba menggali data karyawan dan membuat report. Perusaahan masih mencoba untuk memastikan konsistensi report dan data akurasi mereka.

Kedua, advanced reporting yaitu kemampuan perusahaan untuk mengukur pengalaman kandidat. Dalam tahapan ini, perusahaan sudah mulai bisa melakukan benchmarking dan datanya dapat dipakai untuk pengambilan keputusan.

Ketiga, advanced analytics yaitu HR sudah menggunakan model statistika dan cost analysis untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi.

Lebih lanjut, implementasi people analytics yang paling efektif adalah ketika perusahaan sudah menyiapkan skenario sebelum masalah terjadi. Perusahaan sudah menyiapkan rencana mitigasi yang dikaitkan dengan perencanaan strategis.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
HR Management

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)