Indofarma Prioritaskan Pasar Dalam Negeri

Karena besarnya peluang pasar untuk digarap di dalam negeri, PT Indofarma (Persero) Tbk, memilih untuk lebih menyasar pasar domestik ketimbang luar negeri. Apalagi, melakukan ekspor barang farmasi bukanlah perkara mudah.

Jajaran direksi PT Indofarma (Persero) Tbk

“Prioritas utama sampai tahun 2014, kami akan fokus di pasar dalam negeri," tutur Elfiano Rizaldi, Direktur Utama Indofarma, di Jakarta, Senin (13/5/2013).

Pasar industri farmasi di dalam negeri memang cukup besar. Tahun 2014, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan berjalan. Dampaknya, kenaikan permintaan akan obat generik, yakni obat dengan harga terjangkau, bakal terjadi. Indofarma sendiri merupakan pemasok sebagian besar kebutuhan obat-obatan, khususnya generik, di Indonesia.

Perseroan telah memenangkan tender obat-obatan bagi fasilitas kesehatan pemerintah melalui e-catalog untuk tahun ini. Indofarma merupakan pemasok terbesar kebutuhan e-catalog, khususnya produk obat generik, dengan nilai sebesar Rp 1,6 triliun. “Itu gross margin kami hitung rata-rata 20-25 persen dari  Rp 1,6 triliun," imbuhnya.

Sementara, kalau ekspor, Elfiano menjelaskan, perusahaan harus terlebih dahulu melakukan registrasi di negara tujuan ekspor. Proses registrasi ini memakan waktu yang tidak sedikit, yakni bisa sampai tiga tahun. Perusahaan pun tidak serta merta bisa langsung menjajakan barangnya di negara yang dituju. Harus ada mitra setempat yang digandeng perusahaan.

Setelah menemukan mitra yang tepat, maka kerja sama dilakukan. Lalu, lanjut dia, perusahaan, seperti Indofarma, melakukan registrasi. Baru selanjutnya, perusahaan bisa melakukan ekspor. Ia mengatakan, "Kalau kami mau ekspor ke luar negeri, kami cari partner di sana, dan mereka yang registrasi di Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) di sana."

“Kami melihat ekspor farmasi itu unik dan sangat regulated dibandingkan produk consumer good," dia menegaskan.

Akan tetapi, sekalipun cukup rumit, Indofarma tak lantas meninggalkan kesempatan untuk ekspor. Berjualan ke luar negeri dilakukan meski porsinya sedikit. “Pasar ekspor tahun ini kami targetkan cuma Rp 25-30 miliar, karena fokus kami di pasar domestik besar,” imbuhnya. Secara persentase, target kenaikan ekspor tahun ini dipasang 30 persen dibandingkan tahun 2012.

Di sisi wilayah, terang Elfiano, yang disasar oleh produk Indofarma adalah Timur Tengah, ASEAN, dan Afrika. Menurut dia, Timur Tengah menjadi target ekspor perseroan karena sejumlah negara di kawasan tersebut belum terlalu ketat persyaratannya seperti halnya Amerika Serikat. “Pasar baru yang kami targetkan saat ini, yaitu ASEAN, seperti Kamboja, Myanmar," tegas dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)