Indonesia Butuh Pemimpin Bisnis Berwawasan Global

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil, Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin bisnis berwawasan global. Hal ini dinyatakan oleh Robert F. Bruner, Dekan Darden School of Business, Universitas Virginia, dalam konferensi pers mengenai kunjungannya ke Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya ke tiga negara, Indonesia, Singapura, dan Australia.

Robert F. Bruner (kanan) dalam Konferensi Pers tentang kunjungannya ke Jakarta pada Selasa (4/9) di Hotel Four Season

Menurutnya, kinerja ekonomi Indonesia yang cukup luar biasa harus dipertahankan. “Pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, di atas 6%, merupakan contoh dari ekonomi transisi yang dikelola dengan hati-hati dan bergerak dari ekonomi berbasis sumber daya agrikultur ke arah sistem ekonomi yang lebih terpadu dan beraneka ragam,” ungkap dekan yang mendapat penghargaan “Dean of the Year” 2012 dari Ports & Quants dan CNN Money/ Fortune.

Terkait dengan komitmen pemerintah Indonesia terhadap alokasi dana APBN yang sebesar 20% ke bidang pendidikan, Dean Bruner, sapaan akrab Bruner, menilai Indonesia kemungkinan besar akan meningkat ke tahap yang sangat kompetitif di wilayah Asia, bahkan dunia. Oleh karena itu, ia menilai pertumbuhan yang dialami dan potensi ekonomi Indonesia yang cukup besar, menciptakan tuntutan akan pemimpin-pemimpin bisnis berwawasan global.

“Pertumbuhan ini menciptakan tuntutan akan pemimpin-pemimpin bisnis berwawasan global dengan profil yang baru, sementara kebutuhan akan penguasaan konsep global dan pengetahuan praktis tentang keadaan lokal juga terus tumbuh,” ujar pemimpin satuan tugas global Association to Advance Collegiate Schools of Business.

Lebih lanjut Dean Bruner menjelaskan terdapat tiga jenis kompetensi yang diperlukan untuk membangun pemimpin, yaitu pengetahuan sebagai spesialis, keterampilan atau pengetahuan teknis, dan atribut yang berkaitan dengan karakter seseorang. “Di Darden, kepemimpinan global dibangun dengan formula yang unik dengan mengombinasikan metode studi kasus, tim pengajar yang berkelas dunia, dan pembentukan interaksi belajar yang erat,” tambah Bruner. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)