Indonesia Menyasar Pasar Negara Lain dengan Detail

Kementerian Perdagangan tampak gencar menjajakan produk asal Indonesia ke negara-negara lain. Sejumlah negara disambangi pihak kementerian demi membuka jalan lebih lebar bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar mereka. Rencananya, kementerian akan mendatangi Brasil dan Peru dalam waktu dekat.

bayu wakil menteri perdaganganBayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan, pun menekankan, pihaknya akan membawa produk yang berpeluang besar dipasarkan di dua negara itu. “Sekarang, kami harus betul-betul sangat tajam dalam membuat respons dan usaha untuk promote ekspor maupun kendalikan impor. Dalam promosikan ekspor betul-betul harus sampai ke komoditi, negara mana. (Harus) sangat detail,” terang Bayu, di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (3/9/2013).

Demi meningkatkan ekspor, Bayu mengatakan, Kementerian Perdagangan berencana mengunjungi Brasil pekan depan. Negara di Amerika Selatan itu bakal menggelar Piala Dunia tahun 2014. Karena itu, produk bola buatan Indonesia diharapkan bisa dipasarkan di negara itu.

“Salah satu yang sedang saya usahakan untuk dibawa ke Brasil minggu depan adalah (bola). (Mengingat) tahun depan ada Piala Dunia, dan Indonesia pernah menjadi official ball dari Piala Dunia sebelumnya. Dan itu sedang kami usahakan untuk bisa kami meningkatkan penjualan bola ke Brasil, atau negara-negara sekitarnya, karena saya juga akan pergi ke Peru. Jadi, sangat detail per komoditi semacam itu. Tidak bisa lagi secara umum,” papar dia.

Selain itu, ekspor juga bisa ditingkatkan melalui Preferential Trade Agreement. “Kalau misalnya efektivitas dari PTA, di mana mudah-mudahan sebentar lagi ada laporan negosiasi yang akan segera terwujud adalah dengan Korea dan beberapa negara lain. Itu harus dikawal. Kami ikuti satu per satu, betul-betul sampai pada delivery-nya. Bukan hanya sekadar tanda tangan dan selesai,” tuturnya.

Produksi dalam negeri harus diperkuat

Di samping menggiatkan ekspor, Bayu berharap agar impor bisa dikurangi. Karena sia-sia saja bila ekspor bertumbuh, impor juga meningkat. Bila demikian, neraca perdagangan pun bisa tidak surplus. Maka kuncinya, terang dia, adalah membangun kemampuan berproduksi di dalam negeri.

“Pelajaran mulai tahun 2007 bahwa pasar internasional tidak lagi menjadi safe heaven untuk kebutuhan pokok. Pasar internasional itu volatil, berisiko. Jadi, kami harus memastikan dan mengusahakan sebanyak mungkin, semaksimal mungkin kebutuhan kita dipenuhi dari dalam negeri,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)