Indonesia Tak Boleh Sia-siakan Korea Selatan

Indonesia semakin mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat global sebagai tempat yang menarik untuk melakukan bisnis. Terdapat banyak peluang investasi dari asing yang diterima di negara ini, baik dalam bentuk joint venture hingga peluang perdagangan dan keterlibatan pembangunan infrastruktur yang ditawarkan pemerintah.

Pemerintah dan pelaku swasta di Indonesia pun ingin meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan pihak Korea Selatan. “Kadin Indonesia tetap terus mendorong upaya peningkatan investasi asing melalui pola kemitraan strategis yang menguntungkan kedua belah pihak. Dengan berbagai forum bisnis yang terselenggara, semoga bisa memajukan ekonomi dan hubungan baik diantara negara,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, saat Business Forum Indonesia-Korea Selatan yang dihadiri oleh Presiden Republik Korea Selatan, Park Guen-hye di Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Kadin Indonesia

Kadin mencatat, investor Korea Selatan telah menjadi salah satu investor terkemuka di Indonesia dengan hampir 400 proyek terealisasi pada paruh pertama tahun ini senilai Rp 1,2 miliar, sehingga menjadikannya investor terbesar ketiga sepanjang tahun ini. Selain itu, dengan total perdagangan sebesar US$ 29,6 miliar pada tahun 2012, Korea Selatan adalah mitra dagang terbesar keempat di Indonesia.

“Dengan angka besar tersebut dan pertumbuhan yang kuat, saya yakin kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara akan tumbuh bahkan terus meningkat di tahun-tahun yang akan datang,” Suryo menuturkan.

Investor Korea Selatan telah menetapkan kehadiran mereka di berbagai sektor di Indonesia, diantaranya ritel, telekomunikasi, otomotif, makanan dan minuman. Menurut Suryo, 240 juta penduduk Indonesia dan dengan meningkatnya kelas menengah menjadi faktor daya tarik untuk masuknya investasi di berbagai sektor. “Dengan bekerja sama dengan perusahaan Korea, kita bisa mempelajari pengetahuan, teknologi, efisiensi, dan etos kerja yang telah membuat Korea Selatan menjadi salah satu kekuatan ekonomi sekarang ini,” ungkap Suryo.

Selain investasi yang masuk, ia mengatakan, Indonesia harus mendorong pula perdagangannya. Pasalnya, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ASEAN belum menjadi negara dengan ekspor terbesar ASEAN. Hal tersebut tergambar dari kondisi perdagangan diantara ASEAN dengan Uni Eropa, ASEAN dengan China, ASEAN dengan Jepang, tak terkecuali ASEAN dengan Korea Selatan. “Indonesia belum menjadi negara dengan ekspor terbesar di ASEAN, padahal Indonesia merupakan ekonomi terbesar di kawasan ini,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya mendukung pemerintah untuk mencapai target perdagangan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan mencapai US$ 50 miliar di tahun 2015. “Bila perdagangan melalui peningkatan ekspor kita bisa diwujudkan, ini akan membawa manfaat yang lebih baik bagi negara kita."

Lebih jauh Suryo juga berharap, melalui kunjungan delegasi bisnis Korea Selatan kali ini bisa mengundang partisipasi kerja sama dalam pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek besar yang ditawarkan melalui konsep MP3EI. Kadin pun menilai, potensi kerja sama juga cukup besar untuk industri manufaktur, industri pertahanan,  pariwisata, ketenagakerjaan, dan energi terbarukan. “Kami harapkan ada kerja sama untuk pembangunan mega-mega proyek di Indonesia dalam kerangka MP3EI untuk jangka waktu 15 tahun mendatang,” pungkas dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)