Industri Furnitur Diperkirakan Tumbuh 10 Persen di 2014 | SWA.co.id

Industri Furnitur Diperkirakan Tumbuh 10 Persen di 2014

Menguatnya nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah membuat industri dengan mengandalkan bahan baku impor mengalami perlambatan pertumbuhan. Kondisi ini berbalik dengan industri berbasis ekspor seperti industri furnitur. Diperkirakan industri tersebut mampu tumbuh di tengah kondisi rupiah yang tidak stabil.

Furniture

Basuki Kurniawan, Sekretaris Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia, mengatakan bahwa prospek industri tersebut di tahun depan masih mengalami pertumbuhan yang baik. “Dengan penguatan dolar terhadap rupiah, kontrak-kontrak yang telah ditanda-tangani mengalami kenaikan harga,” ungkap Basuki saat dihubungi via telepon oleh SWA.

Selain itu, kesepakatan antara Indonesia dengan Uni Eropa mengenai Penegakan Hukum, Tata Kelola, serta Perdagangan Bidang Kehutanan atau Voluntary Partnership Agreement on Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT-VPA) yang telah disepakati pada September lalu, juga membawa angin positif bagi industri furnitur. “Hasil produk kita diakui legalitasnya oleh Uni Eropa. Ini nilai tambah bagi kita. Industri ini diperkirakan bisa tumbuh 10 persen di tahun depan,” tambah Basuki.

Namun, keuntungan yang didapat dari pelemahan rupiah terhadap dolar dinilai Basuki hanya bersifat sementara. Ia mengatakan kondisi ini juga berdampak terhadap kenaikan ongkos operasional. Kondisi ini bisa berdampak terhadap inflasi yang menyebabkan biaya-biaya seperti upah mengalami kenaikan., Pembaruan mesin yang impor juga mengalami kenaikan harga.

Basuki berharap, posisi rupiah terhadap dolar mengalami kestabilan kedepannya. Sehingga, para pengusaha dapat merencanakan biaya usaha disesuaikan dengan kurs yang stabil. “Kondisi rupiah yang stabil lebih baik. Karena pengusaha dapat melakukan penyesuaian yang tidak berubah-ubah. Pada rupiah menguat biaya tidak bisa turun. Harga jual juga tidak bisa naik,” ungkapnya.

Basuki mengungkapkan, pengusaha furnitur harus meningkatkan kualitas produknya sehingga dalam kondisi yang tidak stabil mampu bertahan. “Ini jadi nilai tambah, kualitas dan desain yang baik selalu diminati. Sebab, kebutuhan furnitur besar,” kata Basuki. (EVA)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)