Industri MICE Berkibar di Singapura

Luasan Singapura sebenarnya tidak besar, misalnya, dibandingkan Indonesia. Tetapi, negara itu berhasil menjadi salah satu pusat bisnis di kawasan Asia. Singapura bahkan sanggup menyelenggarakan sekitar dua ribu kegiatan pameran maupun pertemuan (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition atau disingkat MICE) dalam satu tahun. Berbagai pertemuan tersebut tentunya mendatangkan penghasilan yang tak sedikit bagi negara itu.

Kenneth Lim, Regional Director of ASEAN (Islands) & Oceania Singapore Tourism Board

“Tahun lalu, kami mengadakan 2.130 kegiatan,” terang Kenneth Lim, Regional Director of ASEAN (Islands) & Oceania Singapore Tourism Board, di Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Dia mengatakan, Singapura mempunyai lokasi yang strategis. Dengan keuntungannya itu, Singapura disebut sebagai gerbang terbaik bagi pasar Asia Pasifik. Memanfaatkan keunggulannya tersebut, sekitar dua ribu kegiatan pun berlangsung di Singapura.

Di tahun 2012, industri MICE Singapura berhasil menyelenggarakan 18 kongres dunia. Salah satunya adalah Arbitration, International Association of Gaming Regulators Conference, dan Young Presidents. Dengan sekitar dua ribu acara, otomatis jutaan pengunjung pun berdatangan ke Singapura, termasuk dari Indonesia. Kenneth menyebutkan, wisatawan bisnis yang bertamu ke negara itu mencapai 2,5 juta pengunjung selama sembilan bulan pertama tahun 2012. Pertumbuhannya mencapai enam persen secara tahunan. Sementara total pengeluaran bisnisnya mencapai 4,29 miliar dollar Singapura. “Wisatawan dari Indonesia ke Singapura, secara keseluruhan, mencapai 2,1 juta orang selama Januari-September 2012,” imbuhnya.

Jenis kegiatan MICE yang diadakan di negara tetangga Indonesia itu sangat beragam. Mulai dari musik hingga teknologi. Tahun ini, dia mengatakan, jumlah kegiatan yang bakal diadakan tidak jauh berbeda seperti tahun lalu. Sebentar lagi, Singapura akan menjadi tempat berlangsungnya Casual Connect (21-23 Mei) dan Digital Matters & Music Matters (20-24 Mei). Ini adalah dua kegiatan yang akan mengawali serangkaian acara dalam program digital dan media tahun ini.

Indonesia bukan hanya jadi pengunjung di acara tersebut. Karena, salah satu pakar dalam industri rekaman, yakni Gumilang Ramadhan, Direktur Utama Musica Studio yang juga Vice Chairman Asosiasi Industri Rekaman Indonesia, akan menjadi pembicara pada acara Music Matters tahun ini. “Kami sepenuhnya sadar bahwa di era digital ini, industri musik menghadapi banyak tantangan, yang mana pembajakan masih menjadi masalah terberat. Program ini merupakan sarana yang penting, di mana saya dapat berbagi pengetahuan dan ide dengan para pemimpin bisnis lainnya dalam industri yang sama,” sebut Gumilang.

Sebagai agensi pengembangan perekonomian, Singapore Tourism Board, menyadari perkembangan dunia MICE di negaranya. Karena itu, lembaga ini akan berupaya menggandeng pihak-pihak terkait untuk bekerja sama menyukseskan keberlangsungan agenda-agenda MICE. “Kami akan melakukan periklanan, dan mengadakan kerja sama dengan kartu kredit, bank, maskapai, untuk mengadakan promosi,” ucap Kenneth. Dengan banyaknya acara dan pengunjung, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) Singapura pun bakal terdorong. Karena sekarang ini, kontribusi sektor itu baru lima persen. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)