Ingin Fokus, MarkPlus Pangkas Jumlah Klien

Saat nama semakin populer, biasanya perusahaan akan menambah banyak klien. Tapi tidak demikian dengan MarkPlus Inc, lembaga konsultasi milik Hermawan Kertajaya. Michael Hermawan, putra dari Hermawan yang juga menjabat sebagai Chief Operation Officer (COO) MarkPlus, mengatakan, saat ini pihaknya justru mengurangi jumlah klien di divisi konsultasi atau MarkPlus Consulting.

markplus inc

Alasannya karena ingin fokus menggarap proyek-proyek tertentu. Maka dari itu, pihaknya sangat selektif dalam memilih klien. “Kami akan membantu klien-klien besar saja. Bukannya bermaksud sombong, tapi ini demi sebuah kepercayaan dan kredibilitas,” jelas Michael.

Sejak berdiri, MarkPlus sudah menangani ratusan klien dari berbagai sektor industri. Mayoritas klien berasal dari industri jasa keuangan, otomotif, dan fast moving customer goods (FMCG). Namun beberapa tahun terakhir, jumlah klien itu perlahan diperamping yakni mencapai 7-10 perusahaan (proyek) setiap tahun. “Tidak etis kalau saya sebutkan nama-nama klien kami,” katanya yang enggan membuka nama klien.

Michael mengungkapkan, saat ini banyak lembaga konsultasi asing yang masuk ke Indonesia seiring semakin cerahnya iklim ekonomi Tanah Air. Kondisi itu menuntut MarkPlus untuk terus berbenah dalam pelayanan dan kualitas sehingga memiliki positioning yang kuat dikalangan pebisnis. Salah satunya, melahirkan konsultan handal dengan cara menyekolahkan mereka ke luar negeri, mengikuti pelatihan profesi, dan sertifikasi.“Masuknya lembaga asing dan semakin banyaknya lembaga lokal membuat kami harus menunjukkan the real positioning dan ini adalah salah satunya. Saat ini kami memiliki 12 konsultan handal, ” papar pria yang pernah bekerja di A.T Kearny ini.

Meski diperamping, ia memastikan bisnis MarkPlus masih tetap tumbuh progresif. Misalnya dengan mengandalkan unit bisnis lain seperti; MarkPlus Insight yang menawarkan jasa riset. Unit ini memperkerjakan 100 orang dan menangani puluhan proyek setiap tahun. Ketiga, MarkPlus Institution of Marketing yang menawarkan jasa pelatihan untuk korporat. Serta unit terakhir, Marketeer, yaitu bisnis media yang terdiri dari majalah, online, dan radio. Untuk menjalankan bisnis media, Hermawan mendapuk putrinya, Stephanie Hermawan. “MarkPlus sudah ada di 18 kota dan bisnis kami tumbuh minimal 20-30% setiap tahun. Itu adalah pencapaian yang cukup baik meski kami harus tetap meningkatkan growth-nya ke depan,” papar pria berkacamata ini.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)