Ini Alasan Peruri Luncurkan Logo Baru

Prasetio (kiri) Direktur Utama PT Perum Peruri bersama Fajar Hari Sampurno (tengah) Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media BUMN. Prasetio (kiri) Direktur Utama PT Perum Peruri bersama Fajar Hari Sampurno (tengah) Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media BUMN (foto: Syukron Ali/SWA).

Sejak didirikan pada 1971, PT Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mengusung wajah perusahaan dengan nuansa warna ungu muda. Kini, perusahaan milik negara itu merubah wajah perusahaan dengan nuansa warna biru. Tidak hanya warna, logo dan seragam perusahaan juga berubah dengan tampilan yang tampak lebih segar.

Diungkapkan Prasetio, Direktur Umum Peruri, perubahan identitas ini tidak lepas dari visi dan misi perusahaan untuk bertransformasi dari perusahaan dengan sistem konvensional ke digital dan dari perusahaan lokal menuju perusahan taraf global.

“Warna biru mewakili falsafah smart, sebagaimana harapan kami untuk menjadikan Peruri sebagai perusahaan printing yang terintegrasi di era integrated Smart security,” jelas Prasetio saat membuka peresmian logo baru dan sinergi antar BUMN di kantor Peruri Karawang, Kamis (28/1). Dengan investasi sebesar Rp 500 juta, logo yang berwujud retina atau selaput pelangi yang terdapat pada mata manusia itu dimaknai sebagai simbol smart security.

Sementara garis-garis sekitar retina adalah simbol dari digitalisasi sistem yang biasa dipakai untuk sebuah password. Secara keseluruhan, logo baru Peruri bermakna smart integration security system.

Guna mempersiapkan diri menjadi perusahaan global, Peruri juga tidak luput membenahi internal perusahaan. Diantaranya penyempurnaan nilai-nilai perusahaan yang terangkum dalam sebuah kata Instink. Yaitu, integriti, security, team work, innovation dan quality. Serta motto dalam bekerja lewat 5C. Yaitu cergas, cepat, cermat, cerdas dan ceria.
“Perubahan logo ini diharapkan di masa akan datang Peruri tidak lagi menjadi sebuah singkatan, melainkan sebuah brand kuat di ranah global,” jelas Prasetio.

Cita-cita menjadi perusahaan taraf internasional, tentunya dibarengi dengan kinerja perusahaan yang prima. Diakui Prasetio dalam kurun waktu 10 tahun terakhir profit Peruri menanjak 10 kali lipat.

Kemudian ia membuka data pendapatan pada 2012 sebesar Rp 1,39 triliun dengan laba bersih Rp 23,49 miliar. Sedangkan di tahun 2015 pendapatan lebih dari Rp 3,51 triliun dengan laba Rp 284 miliar belum diaudit.
Prasetio beralasan peningkatan tersebut didorong oleh para stakeholder yang masih percaya dengan Peruri. Baik dari pelanggan, government, BI sebagai mitra utama dan komponen lainnya.

“Percaya di sini berarti kualitas yang kami sajikan selalu baik, proses pengiriman selalu tepat waktu dan selalu meminimalisir kesalahan,” ungkap Prasetio membeberkan rahasia peningkatan bisnis Peruri saat sektor lain sedang lesu. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)