Ini Cara Pemerintah Majukan Ekonomi Kreatif

Badan Ekonomi Kreatif sedang menyiapkan skema kredit murah untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Menurut Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, jumlah dana kredit yang disalurkan mencapai triliunan rupiah.

Hal ini, kata dia, bertujuan agar dana kredit tersebut bisa membantu para pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan kreativitas dan bisnisnya. "Ini akan kami luncurkan mulai awal 2016," katanya dalam acara "Instagram Day", yang digelar di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa, 22 September 2015.

Presiden Joko Widodo Menyimak Pemaparan Musisi Anang Hermansyah dan Dwiki Dharmawan di Isatana Negara, Jakarta, Senin Pekan ini. (Foto : Dok Kemenperin) Presiden Joko Widodo Menyimak Pemaparan Musisi Anang Hermansyah dan Dwiki Dharmawan di Isatana Negara, Jakarta, Senin Pekan ini. (Foto : Dok Kemenperin)

Triawan mencontohkan sebuah film Cina, yaitu Monster Hunt, membutuhkan dana sekitar Rp 900 miliar untuk pembuatannya. Jadi, dana kredit yang disalurkan untuk industri kreatif membutuhkan dana yang jauh lebih besar daripada Rp 1 triliun.

Menurut Triawan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Badan Ekonomi, dan tiga bank BUMN, seperti BNI, Bank Mandiri, serta BRI, telah membahas rencana penyaluran kredit ini. Menurut Triawan, sumber dana bisa berasal dari APBN dan disalurkan oleh perbankan pelat merah untuk para pelaku industri kreatif.

Triawan mengatakan para pelaku industri kreatif yang bisa mengajukan kredit adalah musikus, pembuat film, serta pembuat aplikasi digital, seperti aplikasi dan game. Kredit untuk industri kreatif telah lama disalurkan di negara-negara ASEAN, seperti Malaysia.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)