Ini Cerita Bos Sidomuncul tentang Rahasia Suksesnya

Juragan PT Sidomuncul, Irwan Hidayat menceritakan pengalamannya saat membangun bisnis jamu milik keluarganya. Sebelum PT Sidomuncul sukses seperti sekarang, terselip kisah lucu tentang alat uji klinis pabrik tersebut.

Alkisah, Irwan membeli sebuah alat uji klinis yang ia sendiri masih bingung fungsi dan manfaatnya. Namun toh dia nekat beli meski harganya terbilang mahal.

Irwan Hidayat, Pemilik dan Presdir PT Sido Muncul Irwan Hidayat, Pemilik dan Presdir PT Sidomuncul

"Saking canggihnya jangankan pakai, buat apa aja saya enggak tahu. Bahkan pegawai saya bilang, buat apa beli alat itu kita belum butuh," tutur Irwan Hidayat dalam rapat Kadin, Jumat 18 Februari 2016.

Belakangan dia bersyukur karena pilihannya membeli alat tersebut membawa perubahan dan kualitas bagi produksi jamunya. Semua pegawai laboratoriumnya terbantu dengan adanya alat uji kualitas tersebut.

"Saya beli alat itu buat kepercayaan masyarakat, oh iya PT Sidomuncul canggih sekarang. Eh ternyata alatnya memang membantu para laboran saya yang kerja 24 jam buat uji hasil, jadi sangat bermanfaat," tutur Irwan.

Irwan juga menceritakan dia dan keempat saudaranya tidak mengecap bangku perkuliahan hingga akhir. Bukan karena masalah finansial melainkan terlalu sibuk bekerja di perusahaan milik keluarganya tersebut. Orang tuanya mendukung selama keputusan itu bisa dipertanggungjawabkan. Soalnya, kata Irwan, kuliahnya sendiri tersendat.

"Dulu itu saya kuliah enggak bener, banyak ngeyelnya sampai suatu hari saya enggak mau kuliah," ucap Irwan. "Kami lima bersaudara enggak ada yang tamat kuliah."

Irwan berusaha tidak menyia-nyiakan kepercayaan orangtuanya atas keputusannya berhenti kuliah. Kini pabrik PT Sidomuncul bukan hanya menghidupi ribuan pegawai pabriknya, melainkan membantu para petani yang tergabung dalam 100 kelompok tani. Pabrik yang terletak di Semarang ini sering menjadi tempat observasi maupun tur belajar baik siswa dari dalam dan luar negeri. Hampir 8.000 pengunjung dalam sebulan mendatangi dan melihat langsung proses pembuatan jamu Sidomuncul.

"Target tahun ini dan seterusnya jadi 10.000 tiap bulan. Kami juga sering kedatangan mahasiswa asing untuk belajar atau melakukan penelitian di sini," tutur Irwan.

Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)