Ini Rencana Besar Summarecon di 2016

Pemerintahan Jokowi-JK optimistis ekonomi akan melaju lebih cepat pada tahun ini. Tapi, para pengusaha, termasuk pelaku di bisnis properti tampaknya masih tetap pasang kuda-kuda. Harapannya tentu saja agar tidak lagi terperosok ke lubang yang dalam seperti tahun lalu.

Tak heran, PT Summarecon Agung Tbk menargetkan marketing sales tak jauh berbeda dengan tahun lalu sekitar Rp 4,3-4,5 triliun. Alasannya, industri properti diperkirakan baru akan bangkit pada semester kedua 2016.

“Kontribusi terbesar masih dari Summarecon Serpong mengingat wilayahnyayang cukup besar dan township-nya sudah lebih matang dan rapi,” kata Adrianto P. Adhi, President Director Summarecon Agung Tbk (SRMA).

Summarecon Serpong dan Summarecon Bandung diharapkan masing-masing menyumbang Rp 1,5 triliun. Sisanya, diharapkan datang dari proyek Summarecon Bekasi dan Summarecon Kelapa Gading.

Adrianto P. Adhi Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi, Direktur PT Summarecon Agung Tbk

Menurut dia, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2,5 triliun. Dana itu untuk membangun proyek baru, mengembangkan Kota Terpadu (township) yang sudah ada, dan membangun infrastruktur.

“Kami akan mengembangkan township yang sudah ada dengan membuka klaster baru di Bandung dan Serpong, serta proyek highrise building,” katanya.

Saat ini, perseroan masih fokus mengembangkan proyek Summarecon Bandung karena itu adalah proyek pertama di luar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Berkat komitmen menghasilkan properti bernilai tinggi, SMRA sukses menjual 400 unit di dua klaster hanya dalam waktu 5 jam.

“Ketika bisnis properti sedang dilanda masalah kemampuan daya beli masyarakat yang menurun, kami mampu menjual habis 400 unit dalam 5 jam. Itu menunjukkan komitmen kami. Susah dijalankan, tapi dahsyat hasilnya,” kata Adrianto.

Untuk merebut hati konsumen, pelayanan yang prima menjadi senjata utama SMRA. Kota terpadu yang dibangun harus mampu melayani kebutuhan para penghuninya. Dengan konsep pengembangan terintegrasi, yakni membangun fasilitas bisnis lainnya seperti mal di Kelapa Gading, Summarecon mampu menghidupkan township yang dibangun.

“Sehingga, nantinya di dalam township akan ada hunian, komersial, yang akan kami manage sendiri beserta kotanya. Memang sudah banyak yang membangun township, tapi mengembangkan dan meramaikannya tidak mudah. Kami berpengalaman membangun hunian,” ujarnya. (Reportase: Nerissa Arviana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)