Strategi OLX Garap Pasar Kelas Menengah

McKinsey Global Institute (MGI) melalui laporannya yang berjudul Archipelago Economy: Unleashing Indonesia's Potential, mengungkapkan, kelas menengah Indonesia berpotensi tumbuh dari 45 juta pada 2010 menjadi 135 juta pada 2030 mendatang. Yang menarik, kelas menengah rata-rata melek teknologi informasi. Topik pembahasan tentang pemasaran banyak beralih fokus ke Facebook, Twitter, dan YouTube. Inilah salah satu faktor yang memicu pesatnya pertumbuhan jual-beli online.

CEO OLX Indonesia, Daniel Tumiwa mengatakan, OLX selalu berinovasi untuk memperbaiki produknya. Produk adalah segalanya untuk pelanggan. Sehingga, teknologi adalah yang paling utama. Pelanggan harus bisa lebih mudah dan lebih cepat mengakses OLX untuk mendapatkan barang yang diinginkannya. Produk OLX digunakan oleh masyarakat luas. Pola distribusinya adalah hadir di sebanyak mungkin kanal digital. Ke depan, distribusi OLX akan hampir seluruhnya lewat mobile.

“Sekarang, OLX sudah mulai menggunakan platform yang sama untuk semua OLX di seluruh dunia. Jadi pengembangan produk di setiap negara termasuk Indonesia bisa lebih cepat digunakan. Kami terus melakukan pengembangan di aplikasi, karena potensi pasar ini lebih mengarah kepada para pengguna mobile. Target ke depannya adalah untuk membuat para pelanggan lebih aktif menggunakan aplikasi,” katanya.

daniel CEO OLX Indonesia, Daniel Tumiwa (kanan)

Menurut dia, OLX sangat serius membangun Brand Value-nya di Indonesia, yaitu: improve people’s lives by bringing them together for win-win exchanges. Dalam hal promosi, nilai-nilai tersebut dipertahankan. Pihak penjual merasa diuntungkan, juga pihak pembeli yang merasa mendapatkan nilai luar biasa. Investasi yang digelontorkan untuk promosi juga tidak pernah tanggung-tanggung. Saat ini, OLX merupakan salah satu pengiklan terbesar di Indonesia.

“Langkah khusus untuk menggarap pasar kelas menengah adalah pesan singkat dan sederhana. Eksekusi iklan yang tidak “tinggi” sehingga secara maksimum, semua merasa bahwa mereka bisa melakukan hal yang mereka lihat di iklan, dan akan mendapatkan untung. Slice of Life, tema yang selalu kita usung pada saat buat iklan. Kreatif iklan relevan, jujur dan 'terjangkau' untuk diterima kelas menengah,” kata Daniel.

Dia menjelaskan, pasar kelas menengah adalah pasar paling potensial. Meski begitu, pasar tersebut tergolong liar dan tidak loyal. Loyalitas hanya sebatas apakah produk tersebut membantu atau memberi manfaat lain. Sehingga, siapapun yang ingin menggarapnya membutuhkan perjuangan ekstra. Dia mengklaim pasar kelas menengah ini merupakan pengguna terbesar di OLX, yang mampu mengangkat produk OLX menjadi lebih besar.

“OLX bukan marketplace, layaknya e-commerce lainnya. Sehingga, kami tidak mendapatkan penghasilan dari penjualan yang dilakukan pengguna. Jumlah pelanggan yang aktif saat ini sangat besar, sementara market sharenya dibanding para pengguna internet di Indonesia masih sangat jauh. Perbandingannya baru 5% dari pengguna internet Indonesia, baru menjadi pelanggan OLX,” ujarnya. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)