Inilah Jurus Efisiensi Sierad Produce

Berbagai tantangan dihadapi dunia dalam mengarungi bahtera bisnis di awal tahun ini. Pelambatan ekonomi di semester I tahun ini berimbas kepada dunia bisnis, salah satunya PT Sierad Produce Tbk, perusahaan pakan ternak dan makanan olahan, yang penjualannya melemah. Selain itu, anomali cuaca yang disebabkan perubahan iklim juga turut membebani operasional Sierad Produce. Perseroan menempuh berbagai cara untuk melakukan efisiensi demi menekan biaya operasional dan potensi kerugian di masa mendatang.

FX Awi Tantra, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Sierad Produce, mengatakan, kini pihaknya melakukan efisiensi dan pembenahan internal di saat pertumbuhan ekonomi sedang melambat. “Efisiensi dan pembenahan internal yang kami lakukan adalah di bidang SDM, pelatihan dan perbaikan serta perawatan mesin, “ ujar Awi belum lama ini. Mesin-mesin diperbaiki untuk memaksimalkan performanya ketika perseroan berupaya menggenjot volume produksinya.

Sierad produce

Perseroan, lanjut Awi, tidak memaksakan diri untuk memproduksi produk-produk pakan ternak dan olahan dalam volume tertentu. Makdusnya, Sierad Produce membatasi produksi dan penjualannya sesuai dengan kondisi pasar. “Kami mengurangi volume penjualan dan selektif memilih buyer agar menghindari potensi gagal bayar. Inilah cara mitigasi risiko yang kami lakukan,” jelas Awi. Pakan ternak adalah produk perseroan yang menjadi kontributor utama terhadap penjualan, yaitu sebesar 60%. Sisanya disumbang oleh makanan olahan.

Selain kendala ekonomi, Sierad Produce sudah memasang kuda-kuda untuk mengatasi anomali cuaca yang disebabkan oleh perubahan iklim. Anomali cuaca memang berdampak terhadap bisnis peternakan. Untuk itu, kata Awi, Sierad Produce berencana membangun commercial farm produksi ayam potong di Jawa Barat.

Commercial farm ini dirancang sebagai peternakan kandang yang atapnya tertutup. Tujuannya agar bisa mengendalikan kualitas ayam potong dan mengurangi dampak negatif perubahan iklim terhadap kesehatan ayam ternak. “Perubahan iklim memang berdampak kepada kelangsungan bisnis peternakan. Makanya kami harus punya berinovasi untuk membangun kandang yang tahan dari pengaruh cuaca,” dia menguraikan.

Jawa Barat diproyeksikan sebagai lokasi commercial farm karena lokasinya ideal yakni berada di ketinggian 600 - 800 meter di atas permukaan laut (dpl). Ke depan, Sierad Produce berencana membangun commercial farm lainnya di sejumlah daerah. “Ada 9 lokasi yang kami targetkan,” kata Awi. Dia menambahkan, pihaknya telah membangun satu commercial farm di tahun ini. Sehingga, jumlahnya bertambah menjadi sembilan. Investasinya menelan biaya Rp 20-25 miliar untuk setiap commercial farm.

Pertimbangan lainnya, Sierad Produce juga harus memikirkan jarak tempuh antara peternakan dengan lokasi rumah pemotongan ayam dan pakan agar biaya operasionalnya lebih efisien. “Pertimbangannya adalah setiap satu jam perjalanan maka bobot ayam akan menyusut 1%. Jadi kalau empat jam, berat ayam akan menyusut 4%,” jelasnya. Lantaran demikian, jarak tempuh yang ideal adalah empat jam Selain untuk menekan biaya operasional, pertimbangan ini dipikirkan untuk menjaga marjin keuntungan yang bisa dipetik dari berat badan ayam ternak. Awi menambahkan pihaknya telah membangun satu commercial farm di tahun ini. Sehingga, jumlahnya bertambah menjadi sembilan. Investasinya menelan biaya Rp 20-25 miliar untuk setiap commercial farm.

Adapun, belanja modal atau (capital expenditure/capex) perusahaan untuk tahun ini ditetapkan Rp 500 miliar.Hingga paruh pertama tahun ini emiten berkode SIPD ini‎ sudah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 100 miliar. Jumlah tersebut telah digunakan untuk pembangunan komersial dan ekspor. Dana itu memang terealisasi kecil, tapi akan disalurkan kembali enam bulan terakhir di tahun ini. Sedangkan target penjualan diharapkan bisa meraup Rp 3 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)