Inovasi Wardah, Tak Sekadar Label Halal

Inovasi adalah kunci pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Tak ada inovasi, jangan heran kalau bisnis perusahaan tak akan bertahan lama. Inovasi diperlukan untuk memenangi persaingan bisnis yang semakin ketat belakangan ini. Wardah yang telah berdiri sejak 1985 mengedepkan inovasi sebagai energi pendorong dan penjaga keberlangsungan bisnis kosmetiknya.

Napas inovasi tercium jelas pada PT Paraghon Technology & Innovation selaku perusahaan yang menjadi bendera Wardah. Paraghon dalam bahasa latin berarti mutiara paling kemilau diantara kemilau mutiara lainnya. Proven, relevan, dan acceptable dengan kondisi masyarakat serta kontinu adalah prinsip-prinsip dasar Wardah dalam berinovasi.

“Bagi Wardah, inovasi adalah membuat sesuatu yang baru atau melanjutkan temuan lama menjadi lebih baik lagi. Prinsip ini selalu ditanamkan kepada seluruh karyawan. Inovasi besar tidak akan booming tanpa didukung inovasi yang paling kecil,” kata Direktur Pemasaran Wardah, Salman Subakat.

Menurutnya, label halal yang banyak dianggap sebagai suatu inovasi sebenarnya hanya merupakan bentuk tanggung jawab dan amanah yang harus dijalankan perusahaan. Wardah hadir menjawab kebutuhan masyarakat akan produk kosmetik yang halal. Namun, sekadar label halal tentu saja tidak akan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Perseroan harus mampu menjaga brand image dengan baik agar label halal tak lantas menjadi bumerang.

Direktur Pemasaran PT Paraghon Technology & Innovation, Salman Subakat Direktur Pemasaran PT Paraghon Technology & Innovation, Salman Subakat

“Sama seperti bank syariah yang sebelumnya tidak banyak dilirik. Namun, begitu bisa menjawab kebutuhan masyarakat, bank syariah menjadi booming seperti sekarang. Begitu juga dengan Wardah yang kini telah menjadi market leader menyalip produk kosmetik konvensional lainnya,” katanya.

Saat pertama kali memberi label halal, lanjut dia, banyak kendala yang datang menghampiri. Sekali layar terkembang, pantang surut langkah. Perseroan bertekad memberi layanan yang berkualitas demi menjaga label tersebut. Setiap kendala yang datang pun kemudian dimaknai sebagai tantangan dalam berbisnis. Dari sanalah kemudian muncul pemikiran dan ide-ide brilian yang mengawal perjalanan Wardah sampai sekarang.

“Kalau dilihat penempatan logo halal di produk kami, Wardah tidak menonjolkan label halal. Jika terlalu ditonjolkan, akan ada imej kalau produk saya halal dan yang lain tidak. Kita ingin muncul persepsi, halal itu kebutuhan, bukan hal yang harus disaingi,” ujar Salman.

Tak cukup sampai disitu, perseroan juga terus berinovasi demi memberi kepuasan kepada para konsumennya. Perseroan juga terbuka pada kritik dan saran dari para karyawannya. Keterbukaan itu juga yang menjadi kunci Wardah menjadi pemimpin pasar produk kosmetik di Tanah Air sejak 2 tahun terakhir. Kehadiran pesaing tak membuat perseroan gentar.

“Alhamdulillah, market share Wardah terus naik meski banyak muncul kompetitor. Kehadiran mereka menjadikan kami semakin termotivasi untuk mencari inovasi yang tepat dan dibutuhkan konsumen,” ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)