Internet Gairahkan Pasar Real Estate

Teknologi terus berkembang pesat. Penetrasi internet dan smartphone yang semakin tinggi telah mengubah pasar real estate di negara berkembang di Asia. Demikian ulasan portal properti global, Lamudi.

Dari survei di 2015, 50% dari pencari rumah di Pakistan kini telah menggunakan web real estate dan aplikasi untuk mencari properti idaman. Ini disebabkan oleh meningkatnya penetrasi internet di Pakistan. Tren serupa juga terlihat di Bangladesh, dan wilayah lain di Asia.

Di Filipina, penetrasi internet berkembang 26% antara 2014 dan 2015, kini bahkan sudah lebih dari 45%. Ini menggiring pencari properti untuk semakin memanfaatkan internet dalam mencari hunian. Imbasnya, para profesional bidang real estate kini semakin melirik cara iklan digital.

Berdasarkan laporan pasar Lamudi Filipina, 88% agent real estate kini telah menyadari semakin banyak masyarakat yang menggunakan internet untuk mencari rumah di Filipina. Tren ini pun semakin berkembang di seluruh Asia.

Perilaku konsumen ketika mereka mencari rumah pun berubah. Media sosial menjadi satu hal yang penting. Sebanyak 42.9% agent real estate lokal di Sri Lanka menilai media sosial sangat penting dalam proses pembelian rumah. Apakah tren ini akan terus berlangsung selama tahun 2017?

Ketergantungan pengguna terhadap teknologi bakal meningkatkan traffic pengguna ke website dan aplikasi real estate yang tentunya akan memberi efek positif baik terhadap pencari properti ataupun agent.

Data dari 2015 menunjukkan, 92% pembeli rumah menggunakan internet sebagai sumber informasi. Sementara itu, 65% dari pembeli rumah di internet melihat atau mempertimbangkan rumah yang akan dibeli secara online.

Yang menarik, 44% pembeli rumah pertama menemukan rumah impian mereka di internet (sumber 2015 NAR Profile of Homebuyers and Sellers, Item #186-45-15). Banyak pembeli rumah memakai sosial media untuk mencari dan menemukan properti idaman.

Tren ini akan terus berlanjut. Baik penjual maupun pembeli akan semakin sering menggunakan media sosial untuk real estate. Developer dan agent berusaha meningkatkan brand visibility mereka lewat sosial media untuk meningkatkan penjualan.

“Hal itu bisa terjadi karena semakin banyak orang menggunakan metode online untuk mencari properti sehingga iklan bisa dilihat oleh banyak orang, termasuk orang asing.”

Wajah bisnis real estate pun berubah dengan adanya teknologi Virtual Reality (VR). Kini, pembeli rumah menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar foto. Mereka ingin mengeksplor rumah yang akan dibeli secara real.

Pada September 2016, portal properti Lamudi mengadakan acara expo real estate menggunakan teknologi VR yang pertama di Filipina. Expo seperti ini akan terus diadakan di tahun 2017 dan tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)