Tahun 2015 SCG Alokasikan US$148 Juta untuk R&D

Sejak tahun 1995 Siam Cement Group atau SCG mulai memasuki bisnis bahan bangunan di Indonesia dan sejak saat itu penjualan SCG selalu mengalami peningkatan terutama pada tahun 2014 berkat ekspor yang dilakukan di pasar ASEAN.

Anggaran Riset dan Pengembangan (R&D) sebesar Rp1.750 miliar (US$ 148 juta) berhasil meningkatkan penjualan sebesar  Rp 177.742 miliar (US$ 15.010 juta). Menurut Kan Trakulhoon,  Presiden dan CEO SCG ,“Kami yakin bahwa SCG berada di jalur yang tepat dan tahun 2015 akan menjadi tahun emas bagi perekonomian ASEAN. Seiring dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan rencana investasi di ASEAN, SCG kini siap untuk menyediakan produk dan jasa terbaik yang dapat melayani peningkatan permintaan di seluruh kawasan.”

Kan Trakulhoon, President dan CEO SCG Kan Trakulhoon, President dan CEO SCG

Pada tahun 2014 SGC mendapatkan laba Rp 12.255 miliar (US$ 1.035 juta) yang mengalami penurunan 8% y-o-y, akibat keuntungan tidak berulang (non-recurring) di Q3/2013 sebesar Rp 571 miliar (US$ 54 juta) dan penyesuaian terhadap kerugian inventaris pada bisnis kimia di Q4/2014 sebesar Rp 1.104 miliar (US$ 90 juta) akibat penurunan harga minyak. Pendapatan dari penjualan ekspor tercatat sebesar Rp 52.228 miliar (US$ 4.410 juta), meningkat 26% y-o-y. Pendapatan dari ekspor merupakan 30% dari total pendapatan dari penjualan SCG.

Pada Q4/2014, SCG memperoleh pendapatan dari penjualan sebesar Rp 43.531 miliar (US$ 3.568 juta), meningkat 12% y-o-y  dari meningkatnya penjualan volume bahan kimia. Laba yang diperoleh pun meningkat sebesar 11% y-o-y  yang bernilai  Rp 3.303 miliar (US$ 271 juta). Pendapatan ini pun tetap memiliki penyesuaian akibat kerugian inventaris sebesar Rp 1.104 miliar (US$ 90 juta), meningkat 13% q-o- qakibat adanya pendapatan dividen musiman dari SCG Investment.

Di Indonesia sendiri SCG memiliki total aset senilai Rp 14.755 miliar (US$ 1.192 juta), yang tumbuh sebesar 12% y-o-y. peningkatan pendapatan pun dicatat dari penjualan sebesar 15% y-o-y sebesar Rp 1.532 miliar (US$ 126 juta). Untuk tahun fiskal 2014, pendapatan dari penjualan tercatat sebesarRp 5.005 miliar (US$ 423 juta), naik 4% y-o-y. meningkatkan efektivitas perusahaan pun dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengakuisisi 90%saham PT Indoris Printingdo atau Indoris yang merupakan perusahaan manufaktur berkualitas Indonesia dengan kapasitas produksi gabungan yaitu 8.000 ton pertahun. Cara ini dilakukan sebagai salah satu strategi bisnis SGC dalam rangka memperkuat bisnis kertas di Indonesia dan merupakan rangkaian dari akusisi PT Primacorr Mandiri pada bulan September 2013.

Selain itu, Semen Jawa kini sedang dalam proses pembangunan dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada kuartal ke-3 tahun ini. Lebih dari 80% mesin seperti Raw mill, Coal mill, Raw material Pre-Blending dan Cement Silo telah dipasang. Salah satu teknologi ramah lingkungan, bag filter utama untukclinker burning, sudah hampir selesai terpasang.

Tahun ini, SCG mengalokasikan angggaran sebesar Rp 1.750 miliar (US$ 148 juta) untuk R&D guna melanjutkan pengembangan produk dan jasa bernilai tambah tinggi (High Value Added/HVA) yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam serta dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik untuk konsumen di seluruh ASEAN. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)