Investor Australia Minati Pengolahan Biji Kopi Senilai US$10 Juta

Sektor pertanian Indonesia makin seksi, Tak heran bila investor asing banyak yang tergiur, Hal ini diyakini oleh Franky Sibarani, Kepala BKPM. Berdasarkan penuturan perwakilan BKPM di Australia, investor Australia berminat untuk menanamkan modal di sektor pengolahan biji kopi senilai US$ 10 juta.

Untuk memperlihatkan keseriusan tersebut, investor sudah melakukan pemilihan lokasi investasi di Medan mendekati daerah penghasil kopi berkualitas tinggi, seperti Gayo, Aceh dan Toba, Sumatera Utara. Franky mengharapkan minat investasi ini dapat segera ditindaklanjuti melalui pengajuan Izin Prinsip ke BKPM.

Perkebunan Kopi (sumber foto: bumn.go.id) Perkebunan Kopi (sumber foto: bumn.go.id)“

:Investor juga menegaskan bahwa investasi ini merupakan tahap awal. Dalam kurun waktu tiga tahun mendatang mereka memproyeksikan perluasan investasi ke wilayah penghasil kopi lainnya, seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” ujar Franky.

Dalam kegiatan pemasaran investasi di Australia tersebut, BKPM juga mengidentifikasi adanya minat investasi di sektor hortikultura Menurutnya, investor tersebut saat ini dalam tahap penjajakan dengan mitra lokalnya. Nilai strategis dari investasi sektor hortikultura ini adalah proyeksi investor untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi guna memenuhi kebutuhan pasar sayur-mayur ASEAN.

Minat investasi di pengolahan kopi dan hortikultura ini menunjukkan besarnya potensi investasi di sektor pertanian. BKPM sendiri menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu sektor prioritas investasi yang dipasarkan kepada investor. Sepanjang Januari-September 2015 terdapat minat investasi di sektor pertanian sebesar US$ 1,29 miliar. Sebesar US$ 885 juta di antaranya cukup serius dan diharapkan segera masuk dalam tahap pengajuan Izin Prinsip. Sementara itu, realisasi investasi sektor pertanian Januari-September 2015 sebesar Rp 27,8 triliun, naik 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut pandangan BKPM, Australia sebagai salah negara prioritas tujuan pemasaran investasi. Sepanjang Januari-September 2015, BKPM mengidentifikasi minat investasi dari negara tersebut US$ 1,53 miliar, di mana US$ 970 juta diantaranya masuk dalam kategori serius dan segera diajukan Izin Prinsip. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)