IPC Terus Benahi Pelabuhan Pulau Baai

Beberapa tahun terakhir, aktivitas perekonomian Bengkulu terus meningkat. Maklum, provinsi ini mempunyai sejumlah barang dagangan yang bernilai tinggi, seperti batu bara dan kelapa sawit. Demi memastikan roda perekonomian bisa berjalan lancar, bahkan berkembang lebih lagi, infrastruktur harus berada dalam kondisi terbaik.

Salah satu infrastruktur yang tak bisa dilewatkan adalah Pelabuhan Pulai Baai. Pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), atau juga disebut dengan IPC, itu terus dibenahi. Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, berkesempatan mengunjungi pelabuhan ini pada Sabtu (4/5/2013) kemarin.

Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, ketika mengunjungi Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Sabtu (4/5/2013).

Ia berujar, “Potensi alam Bengkulu yang kaya, mesti didukung dengan infrastruktur yang baik agar dapat tercipta iklim ekonomi yang sehat dan mampu menyejahterakan rakyat. Demi menyokong aktivitas perekonomian lokal, kami terus mengembangkan Pelabuhan Pulau Baai secara bertahap, seiring dengan semakin cepatnya perputaran roda perekonomian di Provinsi Bengkulu.”

Kenapa Pelabuhan Pulai Baai perlu dibenahi? Tercatat dalam lima tahun terakhir, jumlah kapal yang bersandar di pelabuhan itu naik sebanyak 18 persen. Di samping jumlah kapal, ukuran kapal yang berlabuh di Pelabuhan Pulau Baai pun lebih besar dari sebelumnya. Hal ini terlihat dari gross tonnage (GT) kapal yang tumbuh sebesar 34 persen sejak tahun 2007.

Sejalan dengan peningkatan jumlah dan kapasitas kapal-kapal yang bersandar, Pelabuhan Pulau Baai mengalami peningkatan trafik arus barang yang signifikan. Pada tahun 2010, realisasi arus barang berdasarkan perdagangan tercatat sebanyak 2.368.794 ton, sedangkan arus barang berdasarkan distribusi sebanyak 2.677.984 ton. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2012, menjadi sebanyak 4.597.576 ton.

Derasnya arus lalu lintas di pelabuhan ini berdampak positif pada pendapatan IPC cabang Bengkulu. Pelabuhan Pulau Baai yang sebelumnya selalu mengalami kerugian, pada tahun 2012, mencatat rekor pendapatan sebesar Rp 100 miliar.

IPC sendiri, di tahun 2011, telah melakukan pengerukan alur hingga -12 mLws. Pengerukan ini memungkinkan kapal-kapal peti kemas bersandar di pelabuhan tersebut,  sehingga menumbuhkan kembali pasar peti kemas yang sempat terhenti selama tahun 2005 hingga 2011.

Memasuki tahun 2013, manajemen IPC Cabang Bengkulu telah melaksanakan serangkaian strategi dan sistem untuk meningkatkan efisiensi pelabuhan, diantaranya dengan mengimplementasikan sistem 24/7, sehingga jasa kepelabuhanan berjalan selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu sehingga pelabuhan dapat melayani kebutuhan pelanggan setiap saat.

Di samping itu, perusahaan terus melakukan pembenahan fasilitas, serta penambahan dermaga dan peralatan bongkar muat di pelabuhan. “Pelabuhan Pulau Baai sebagai salah satu infrastruktur utama penunjang ekonomi di wilayah Bengkulu diharapkan dapat menyokong program pemerataan ekonomi nasional yang menjadi cita-cita IPC dan pemerintah Indonesia,“ tegas Saptono R Irianto, Direktur Komersial dan Usaha IPC. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)