Jalankan Desalinasi, PJA Untung Rp 5 Miliar

Setelah sempat merugi Rp 10 miliar setiap tahun karena harus mensubsidi biaya air bersih di area rekreasinya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJA) akhirnya mencatat keuntungan. Program penyulingan air laut (desalinasi) yang dijalankan pada awal 2011 mampu 'membirukan' laporan keuangan perusahaan plat merah ini dengan mengantongi pendapatan sebesar Rp 5 miliar.

PJA bukan hanya mengolah air laut menjadi air tawar, tetapi juga mengolahnya menjadi kolam apung berkadar tinggi. Inovasi ini menelan dana sekitar Rp 20 miliar. Investasi itu digelontorkan untuk membeli teknologi desalinasi dan membayar lembaga konsultan dari Singapura, PUB.

PJA mengubah 7.000 kubik air laut menjadi 5.000 meter kubik air tawar per hari. Sisanya, sekitar 2000 meter kubik untuk Wahana Atlantis Ancol. “Ide ini berangkat dari pengalaman kami yang tinggal di sekitar Ancol, di mana kami merasa kesulitan untuk mendapatkan air yang layak untuk digunakan setiap hari. Akibatnya, setiap tahun kami merugi Rp 10 miliar karena harus mensubsidi kebutuhan air bersih untuk operasionalisasi kami,” ungkap Budi Karya Sumadi, Presiden Direktur PJA.

Budi menuturkan, berkat inovasi tersebut, pihaknya bukan hanya memperbaiki laporan keuangan perusahaan, tetapi juga menambah nilai bisnis karena mendukung bisnis wahana air yang dikelolanya. Sayangnya, PJA tidak memiliki rencana menyuplai kebutuhan air bersih di kawasan pemukiman bisnis properti mereka. “Saat ini ada 10.000 kepala keluarga di sini (Ancol), tapi kami tidak ada rencana mensuplai air ke rumah-rumah karena itu sudah ada yang mengalirinya dari perusahaan lain,” Budi menambahkan.

Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. Dengan rata-rata tarif listrik yang Rp 1000 /kw, untuk memproduksi 1 liter air bersih melalui desalinasi membutuhkan biaya sekitar Rp 4.700. Jauh lebih murah dari harga air bersih yang mencapai Rp 12.000 meter perkubik. Ke depan, PJA berencana menambah kapasitas pengolahan hingga 40.000 meter kubik.

Proses penyulingannya dengan menggunakan metode osmosis terbalik (reverse osmosis atau RO). Osmosis terbalik dianggap yang paling efektif dalam melakukan desalinasi dalam skala besar. Prinsip kerja metode ini adalah dengan mendesak air laut melewati membran-membran semi-permeabel untuk menyaring kandungan garamnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)