Jamkrindo Berikan Pelatihan Keuangan untuk UMKM di Yogyakarta

Perum Jamkrindo kembali memberikan pelatihan Manajemen Usaha dan Keuangan UMKM di Yogyakarta. Tujuannya untuk terus mendampingi UMKM serta koperasi agar bisa meningkatkan skala usaha.

Direktur Utama Jamkrindo, Randi Anto, mengatakan, pelatihan ini merupakan rangkaian acara kegiatan pendataan dan pelatihan di 6 kota. Sebelum di Yogyakarta, Jamkrindo telah melakukan pelatihan serupa di Semarang, Aceh dan Bandung.

“Pendampingan terhadap UMKM diperlukan supaya UMKM bisa meningkatkan skala usaha sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional secara agregat akan makin besar,” ujar Randi dalam siaran pers.

Kepala Divisi Manajemen Risiko, Pemeringkatan UMKM, dan Konsultasi Manajemen Jamkrindo, Ceriandri Widuri, menjelaskan, edukasi ini bertujuan agar UMKM memahami manajemen keuangan. Sebab salah satu persoalan yang sering dihadapi UMKM adalah mereka masih belum rapi dalam membuat laporan keuangan. "Setelah dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini, pelaku usaha diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh pada usaha mereka masing-masing," ungkapnya.

Selain memberikan materi pelatihan, Perum Jamkrindo juga melakukan pendataan UMKM. pendataan dilakukan dalam rangka scoring dan pemeringkatan UMKM agar memudahkan Perum Jamkrindo dalam memberikan jaminan kredit. “Dari pendataan dan pelatihan di 6 kota tersebut, kami berharap ada sekitar 1.200 UMKM baru yang datanya bisa masuk ke Perum Jamkrindo,” ujar Ceriandri.

Sampai dengan akhir tahun, Ceriandri menargetkan bisa melakukan pendataan terhadap 7.213 UMKM. Dengan begitu total ada 11.632 UMKM yang terdata oleh Jamkrindo sejak tahun 2015. “Saat ini, Jamkrindo terus membangun basis data UMKM dengan kualitas data yang baik, update, dan terintegrasi guna mendukung pengembangan dan pembinaan UMKM secara nasional," ungkapnya.

Perum Jamkrindo didirikan pada 1970 dan dipercaya menjadi lokomotif pertumbuhan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK) di Indonesia melalui usaha penjaminan. Jamkrindo mencatatkan kinerja penjaminan yang positif hingga triwulan III-2018.

Dari sisi kinerja operasional konsolidasi, total realisasi volume penjaminan sampai September tercatat sebesar Rp 126 triliun. Porsi terbesar 80 persen atau Rp 85,18 triliun diperoleh dari penjaminan non kredit usaha rakyat (KUR) dan sisanya Rp 41,30 triliun merupakan penjaminan KUR.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)