Jelang Lebaran, Cipaganti Kebanjiran Penumpang

Kebiasan mudik atau pulang kampung terjadi di bulan Ramadhan. Bahkan, biasanya, masyarakat sudah jauh hari memesan tiket, baik itu moda transportasi darat, laut, dan udara, untuk bepergian ke kampung halaman demi merayakan Hari Raya Lebaran. PT Cipaganti Citra Graha Tbk, selaku salah satu pemain di industri transportasi darat yang mempunyai, salah satunya, bisnis shuttle dan travel, mengaku selalu mengalami lonjakan penumpang di bulan suci.

PT Cipaganti Citra Graha Tbk go public

“Kenaikan jumlah penumpang saat Lebaran untuk transportasi darat secara keseluruhan ini ada penambahan sekitar 30 persen, berdasarkan pengalaman yang ada," terang Andianto Setiabudi, Direktur Utama PT Cipaganti Citra Graha Tbk, di sela-sela acara konferensi pers terkait IPO yang dilakukan perseroan, di Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/7/2013).

Bisnis Cipaganti cukup bervariasi, yakni ada taksi, kendaraan shuttle dan travel, hingga bus pariwisata. Dan pada masa Lebaran, jenis kendaraan seperti shuttle dan travel dengan layanan pintu ke pintu dengan beragam rute, salah satunya Jakarta-Bandung, tentu akan diminati.

“Jadi, pada saat puasa dua minggu pertama, itu yang shuttle dan travel mungkin dia akan drop sedikit karena mungkin banyak orang yang kurang beraktivitas, tapi divisi lain meningkat,” tambah Andianto. Divisi yang meningkat itu, seperti bus pariwisata, taksi, hingga sewa kendaraan. Karena, kata dia, banyak masyarakat yang sudah jauh hari memesan kendaraan untuk disewa.

Akan tetapi, masyarakat yang menggunakan jasa Cipaganti bakal dikejutkan oleh tarif baru. Kenaikan tarif ini adalah imbas daripada kenaikan harga BBM yang baru saja ditetapkan pemerintah sebagai langkah untuk mengurangi besaran subsidi dalam anggaran negara (APBN).

Kenaikan tarif, terang dia, akan dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sekarang ini, tarif seperti untuk shuttle dan travel masih menjalankan tarif yang lama. Kenaikan tarif, menurut Andianto, akan disesuaikan dengan jarak dan kondisi pasar. Bila pasar suatu rute terbilang gemuk, perusahaan bisa lebih berani dalam menaikkan harga. Tetapi, jika kondisi suatu rute tidak terlalu ramai, perusahaan mungkin akan memasang harga dengan kenaikan yang tidak tinggi. “Kisaran (kenaikan tarif) 10-15 persen rata-rata,” imbuhnya.

Dan sekalipun jumlah penumpang saat Lebaran melonjak, dia berujar, Cipaganti tidak akan menambah jumlah armadanya. Yang dilakukan adalah memaksimalkan penggunaan kendaraan yang ada. “Okupansi biasanya 60-70 persen, dan pada saat Lebaran bisa 85 sampai 90 persen,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)