Jembo Cable, Pionir Serat Optik dan Ekspor ke Banyak Negara

Sudah 40 tahun, PT Jembo Cable Company Tbk menggeluti industri kabel.Awalnya, Jembo Cable memproduksi kabel tegangan rendah dengan konduktor tembaga, namun kini perusahaan telah sanggup membuat ratusan jenis kabel untuk berbagai industri dengan standar internasional. Karena itu, produknya pun tak hanya laku di negara sendiri, tetapi juga di banyak negara.

“Persatuan dan kebersamaan adalah hal yang utama. Dengan bersatu, kita akan lebih kuat dan dapat melakukan hal-hal yang lebih baik. Hal tersebut sejalan dengan motto perusahaan, yaitu Together We Grow,” ujar Santoso, Presiden Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, di Jakarta.

Perayaan hari jadi Jembo Cable Company ke-40, di Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Jembo Cable adalah pabrikan pertama di Indonesia yang memproduksi kabel serat optik pada tahun 1993. Tujuan utama perusahaan adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menyerahkan kabel secara tepat dan cepat, serta konsisten dalam mutu produk dan pelayanan terbaik.

Cara menjaga mutu produk yang dihasilkan, yaitu dengan melakukan investasi besar terhadap operasionalnya. Bahkan, pada tahun 1992, Jembo Cable melakukan perjanjian kerja sama dalam bidang teknik dengan salah satu perusahaan kabel terkemuka Jepang, Fujikura Ltd. Hal itu dilakukan demi meningkatkan mutu barang dan jasa. Keseriusan perusahaan menjaga mutu membuahkan pencapaian, yakni diperolehnya Sertifikat ISO 9002 pada tahun 1995, lalu meningkat menjadi Standar ISO 9001:2008.

Produk kabel Jembo Cable juga telah mengikuti sejumlah standar mutu internasional, seperti Japanese Industrial Standard (JIS) dan British Standard. Karena itu, wajar bila produk kabel asal Indonesia ini pun bisa masuk ke banyak negara, diantaranya Yemen, Nepal, Bangladesh, hingga Inggris. Ekspor dilakukan perusahaan sejak tahun 1997 hingga kini.

Akan tetapi, Antonius Benady, Direktur Keuangan Jembo Cable Company, menuturkan porsi produk yang diekspor perusahaan sekarang terbilang kecil, yaitu di bawah 15 persen. Ini karena marjin yang didapat dari ekspor lebih kecil ketimbang yang dipasarkan di Tanah Air. “Kalau untuk dua-tiga tahun belakangan itu nggak sampai 25 persen. Di bawah 15 persen,” ucap Antonius. Marjin yang tipis ini, menurut dia, juga diakui oleh produsen kabel lainnya.

Sekarang ini, produk kabel Jembo Cable masih secara rutin dikirim ke Singapura. Dan penjualan kabel secara tender ke negara lain cenderung berkurang. “Karena kan marjinnya nggak menarik,” imbuhnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)