JK: Investasi Hijau di Indonesia Harus Segera Direalisasikan

Jusuf Kalla, (kiri),  Wakil Preden Republik I Indonesia Jusuf Kalla, (kiri), Wakil Preden Republik I Indonesia

Ada 4 hal yang harus diperhatikan oleh suatu negara agar dapat dihormati oleh negara lainnya. Keempat hal itu: demokrasi, menghormati hak asasi manusia, menjaga alam/ lingkungan, menegakkan keadilan. Begitu ungkap Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia saat membuka Tropical Landscapes Summit 2015 di depan ratusan peserta di Hotel Shangri-La, Jakarta (27/4).

JK menjelaskan, kesempatan berinvestasi hijau pada berbagai sektor industri yang menjaga kelestarian lingkungan, berarti ikut serta menegakkan keadilan dalam pemberantasakan kemiskinan, serta bagian dari tanggung jawab bersama untuk menghormati HAM.

"Selama ini sudah banyak pertemuan-pertemuan tentang investasi hijau di berbagai negara. Tapi,implementasinya masih belum optimal. Untuk itu dalam kesempatan ini, kami berharap agar program investasi hijau di Indonesia ini segera terealisasikan," ujar Jusuf.

Jusuf menegaskan, dalam penerapannya, setiap sektor industri yang berhubungan dengan bahan dari alam harus menggunakan teknologi yang ramah pada lingkungan bernama Ultra Super Critical (USC), yaitu sebuah teknologi yang tidak mengeluarkan asap hitam untuk diterapkan disemua sektor industri ramah.

Franky Sibarani, Kepala BKPM, menjelaskan dari hasil kajian di departemen yang dipimpinnya terdapat 10 bidang yang layak menjadi sasaran investasi hijau dan mendapat keringanan pajak. Yaitu: pengusahaan panas bumi, industri pemurnian dan pengolahan gas alam, industri kimia dasar organik, industri kimia dasar organik yang bersumber dari pertanian (fragrance), industri lampu tabung gas (LED), pembangkit tenaga listrik, pengadaan gas alam dan buatan, penampungan penjernihan dan air bersih, transportasi ramah lingkungan, ecotourism dan pengolaan dan pembuangan sampah yang tidak berbahaya.

"Kami proyeksikan realisasi investasi akan naik 2x lipat dari Rp 1.632,8 triliun sepanjang tahun 2010-2014 menjadi Rp 3.500 triliun sepanjang tahun 2015-2019. Sedangkan untuk investasi hijau kami akan targetkan naik dua kali lipat sekitar Rp 972 triliun," ujara Franky. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)