Jumlah Peredaran Obat dan Kosmetik Palsu Meningkat, MIAP Adakan Sosialisasi

Tingkat peredaran obat dan kosmetik palsu yang membahayakan semakin meningkat, MIAP bekerja sama dengan Badan POM dan Kedubes Amerika mengadakan sosialisasi bahaya obat dan kosmetik palsu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang bahaya obat dan kosmetik palsu.
MIAP
"Hasil pengawasan BPOM dalam tiga tahun terakhir mencatat ada peningkatan signifikan dari peredaran obat, kosmetik, panganan ilegal. Kalau 2011 baru 57 item, 2012 ada 60 item, namun 2013 ada 830 item. Jadi memang sangat mengkhawatirkan," ucap Reri Indriyani, Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa 56% produk yang dijual di toko obat palsu, 100% dari gerobak-gerobak itu palsu, 33% produk yang dijual secara online itu palsu, dan 13% yang dijual di apotik itu palsu. Oleh karena itu diharapkan bahwa masyarakat jangan mencari obet hanya berorientasi kepada harga, tetapi lebih menyayangi diri sendiri, dengan cara menjadi konsumen yang kritis dengan hak-haknya.
Bermula dari riset pada 2005-2010 yang menunjukkan dampak kerugian ekonomi dari pemalsuan untuk 11 industri sebesar 43,2 triliun , MIAP bergerak untuk melibatkan masyarakat untuk pencegahan meningkatnya jumlah produk palsu. Oleh karena itu, MIAP mengadakan Kompetisi Pembuatan Iklan Layanan Masyarakat tentang Bahaya Obat dan Kosmetik Palsu. Maka dari itu, MIAP mengajak generasi muda secara langsung dan aktif melakukan kampaye untuk meningkatkan kewaspadaaan terhadap bahaya obat dan kosmetik palsu.
Sebanyak 21 video iklan layanan masyarakat tentang bahaya obat dan kosmetik palsu, masuk ke meja panitia kompetisi dan tersaring menjadi 8 finalis kompetisi. Dengan mengambil momentum Hari Kebangkitan Nasional, video pememang iklan layanan masyarakat yang merupakan hasil olah kreativitas generasi muda, nantinya diharapkan dapat menjadi 'motor' penggerak kebangkitan semangat mensosialisasikan bahaya obat dan kosmetik palsu untuk pemangku kepentingan dalam kaitannya dengan perlindungan konsumen.

“MIAP berharap, melalui kompetisi ini, generasi muda dapat memberikan kontribusi yang positif dalam menggaungkan kewaspadaan terhadap bahaya obat dan kosmetik palsu,” papar Widyaretna Buenastuti, Ketua MIAP. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)