Jurus BTN Bersaing di Era MEA

Era persaingan bebas masyarkat ASEAN sudah di depan mata. Menyambut HUT BTN ke 66, bank plat merah terus melakukan berbagai pembenahan. Salah satu yang sedang dipersiapkan adalah menyiapkan seluruh outlet agar terfasilitasi layanan berbasis perbankan digital melalui BTN Digital Lounge. Tahun ini rencananya. akan dibuka 70 Digital Lounge di seluruh Indonesia.

BTN Digital Lounge menyediakan berbagai fasilitas seperti ATM, CDM, e-KTP reader, Pin Pad, all in one PC, internet corner, digital banner interactive, pembukaan tabungan melalui web, permohonan KPR, pembukaan deposito dan giro hingga setor dan tarik tunai.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, layanan perbankan digital ini merupakan periode kedua bagi Bank BTN menjalankan proses transformasi. Karena layanan berbasis digital yang diusung perseroan seperti mobile banking, internet banking, dan cash management.

Pengembangan digital banking ini untuk meningkatkan kecepatan layanan, serta volume bisnis BTN. "Kami tinggal melangkah sedikit, dengan menjadikan teknologi untuk mempercepat layanan kepada nasabah yang berbasis perbankan digital," katanya.

BTN

Konsep layanan perbankan yang mengintegrasikan dan mengedepankan teknologi guna menciptakan customer experience yang cepat, simple serta memberikan kemudahan sekaligus menjadi solusi bagi nasabah. Informasi teknologi menjadi penting bagi Bank BTN ketika persaingan dan era MEA sudah di depan mata. "Kami siap bersaing dalam menghadapai era MEA," katanya.

Inilah momentum yang akan dimanfaatkan Bank BTN untuk lepas landas (take off) dan menyatakan kesiapannya untuk bersaing pada era MEA. Transformasi IT sudah berjalan dan kami tinggal melangkah sedikit.

Menurut dia, BTN tetap konsisten terhadap core business-nya dalam bidang pembiayaan perumahan. Hal ini tercermin dari kinerja BTN tahun 2015 masih menunjukkan konsistensi Bank BTN pada bisnis utamanya. Kredit perumahan masih mendominasi yaitu sekitar 89,90% (Rp 124,927 triliun) dari total kredit yang disalurkan BTN selama tahun 2015 sebesar Rp 138,956 triliun. Sementara, sisanya yang sebesar 10,10% atau sebesar Rp.14,029 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Hal inilah yang semakin memperkuat BTN sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 30,6%. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar 98%. Total KPR yang sudah disalurkan Bank BTN sejak 1976 sampe tahun lalu 2015 sekitar Rp 170 triliun dan telah dimanfaatkan oleh hampir 4 juta masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)