Jurus Kalbe Farma Antisipasi Dampak Penurunan Margin

PT Kalbe Farma Tbk mengantisipasi dampak penurunan margin dengan pengendalian biaya produksi secara konsisten dan perbaikan proses bisnis. Langkah ini diambil produsen obat-obatan pelat merah ini menyusul terjadinya penurunan rasio laba usaha terhadap penjualan bersih di tahun buku 2012.

Rasio laba usaha terhadap penjualan bersih perseroan menurun dari 18% di 2011 menjadi 16,2% di tahun lalu. Penurunan ini merupakan imbas dari penurunan margin laba kotor. Meski laba kotor bertumbuh sebesar 17,5% dibandingkan tahun 2011, namun margin laba kotor terhadap penjualan bersih tercatat menurun dari 50,9% pada 2011 menjadi 47,8% pada 2012.

"Untuk mengantisipasi dampak penurunan margin, kami terus menerapkan pengendalian biaya produksi secara konsisten dan perbaikan proses bisnis yang berkelanjutan melalui program Continuous Improvement (Conim) untuk mencapai efektivitas dan efisiensi yang lebih baik," ujar Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Vidjongtius.

Di sisi lain, Vidjongtius mengatakan, laba bersih perseroan mengalami kenaikan sebesar 17% akibat adanya kenaikan penjualan ditambah efisiensi yang berhasil dilakukan selama 2012. Pertumbuhan penjualan sebesar 24,9% dari Rp 10,91 triliun di 2011 menjadi Rp 13,63 triliun di 2012. Sementara laba bersih (belum diaudit) sebesar Rp 1,73 triliun sepanjang 2012, naik jika dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp  1,48 triliun.

Naiknya laba bersih perusahaan juga diiringi kenaikan laba bersih per saham indikatif yang meningkat 17% menjadi Rp 36,9 per lembar saham. Sebelumnya laba bersih per saham adalah Rp 31,6 per lembar saham. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)