Jurus Sinar Mas Land Menangkis Slow Down Industri Properti 2014

Kewaspadaan dalam dunia bisnis adalah hal yang penting. Termasuk waspada menghadapi kemungkinan terburuk di industri properti. Apalagi dinamika industri properti mengikuti pergerakan kondisi ekonomi. Untuk itulah PT Sinar Mas Land (SML) perlu membahas masalah ini dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan seputar kemungkinan bubble property/real estate akan terjadi di Indonesia.

Bubble property/real estate atau gelembung properti ditandai dengan melonjaknya harga perumahan akibat meningkatnya permintaan dan spekulasi. Kenaikan harga ini diibaratkan seperti gelembung udara yang terus membesar. Pada titik tertentu, permintaan akan ‘mandeg’ atau terjadi kelebihan pasokan rumah sehingga harga mulai menurun. Inilah yang kemudian diartikan gelembung mulai menyusut. Situasi ini bisa terjadi dalam skala lokal maupun global, dan pecahnya gelembung properti ini mampu menimbulkan resesi ekonomi.

SMLOutlook

Jadi, Indonesia akan bubble property atau tidak? “Saya tidak bisa memastikan hal itu. Namun, jika merujuk pada beberapa indikator ekonomi negara kita yang positif seperti besaran inflasi, nilai tukar, gross domestic product dan fundamental investor, hal itu tidak akan terjadi. Sebab, investor properti di negara kita itu-itu lagi. Mereka (investor) kuat finansialnya, sehingga kalaupun hal terburuk terjadi paling aset properti yang dibelinya akan di-hold. Tidak sampai dijual-jual dengan harga murah,” jelas Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land, dalam paparan “ Sinar Mas Land – PT Bumi Serpong Damai Tbk Outlook 2014”.

Menurut Ishak, SML menatap tahun 2014 secara optimis dan tetap melanjutkan kegiatan pengembangan proyek-proyeknya sekaligus menghasilkan proyek properti baru yang prestisius bekerja sama dengan mitra strategis. “Apalagi Indonesia masih menjadi prioritas utama investasi di Asia, ” lanjut Ishak menegaskan.

Yang jelas, tahun 2014 ini SML akan tetap berfokus pada pengembangan beragam proyek terbaiknya. Salah satu proyek besar yang ditargetkan untuk selesai tahun ini adalah Indonesia International Expo & Convention Center (IIECC) di BSDCity yang merupakan convention & exhibition center terbesar di Indonesia. Proyek di atas lahan seluas 220.000 meter persegi ini ditargetkan untuk mulai beroperasi pada Q3 (quartal ketiga) tahun ini. Proyek prestisius ini merupakan hasil kejelian Sinar Mas Land, Kompas Gramedia dan Dyandra dalam menangkap peluang bisnis MICE (Meetings, Incentives, Convention and Exhibitions) di Indonesia.

Proyek SML lainnya yang dalam tahap pengembangan di tahun 2014 ini antara lain AEON Mall BSD City ditargetkan untuk mulai beroperasi di awal tahun 2015, lalu ada "Court" Megastore, Casa de Parco Apartment, Saveria Apartment serta Foresta Business Loft. Ishak juga menjelaskan, SML dengan menggandeng Hong Kong Land akan memulai sebuah proyek prestisius baru di BSDCity. Juga, akan menghadirkan apartemen ekslusif terbaru di Taman Permata Buana yang berlokasi di Kembangan, Jakarta Barat.

Sebagai developer besar di Asia Tenggara, SML komit akan mengedepankan visi green yang diharuskan peka terhadap situasi kondisi industri properti di Indonesia. SML juga secara khusus memperhatikan pembangunan proyek perkantoran, condominium, industrial, retail dan perumahan di Jakarta yang di tahun 2014 ini masih akan terus tumbuh meski prosesnya melambat bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, tahun 2014 PT Bumi Serpong Damai (BSD) menargetkan penjualan Rp 6 triliun yang bersumber dari residential 52% dan komersial 48%. Untuk pencapaian penjualan BSD tahun 2013 sebesar Rp 5,4 triliun berasal dari residential 72% dan komersial 28%. Jadi, penjualan tahun 2013 ke 2014 ada kenaikan sekitar 11%. “Dibandingkan perusahaan properti lain, boleh dibilang BSD lebih moderat karena berani menargetkan pertumbuhan penjualan 10-11%. Perusahaan-perusahaan lain rata-rata tumbuh di bawah 10%,” tambah Ishak. (EVA).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)