Peran Infrastruktur Indonesia Belum Menggembirakan

Indonesia Infrastructure Week 2014 resmi dibuka hari ini di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, mengatakan, konferensi ini dapat mencapai harapan masyarakat yang menginginkan infrastruktur di negara ini jauh lebih baik.

images-8

Ia mengatakan, realita harus sesuai dengan harapan masyarakat yang besar. Tetapi, kenyataannya adalah ekonomi Indonesia sedang mengalami masalah yang besar dan kompleks, yang tidak mungkin dapat di atasi satu-persatu dengan gaya bisnis yang biasa-biasa saja.

"Jadi kita perlu mempunyai problem solving yang cepat. Salah satu kompleksitas di indonesia adalah penyediaan infrastruktur," ujarnya.

Suryo melanjutkan, meskipun peran infrastruktur sebagai pendukung pembangunan di Indonesia sudah dipahami, tetapi dalam tiga tahun ini belum ada kabar yang menggembirakan. Dana APBN pada tahun 2015, yaitu Rp169 triliun, menurun dibandingkan dengan tahun ini yang berjumlah Rp206 triliun. "Kita perlu melihat berbagai peluang pembiayaan termasuk dari internasional," terangnya.

World Bank melihat adanya dana pensiun dan asuransi global sebesar US$80 triliun yang baru digunakan 1% dari dana tersebut untuk infrastruktur. Perkembangan lain yang dapat dilihat adalah pembentukan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang diprakarsai oleh Tiongkok. Sembilan dari sepuluh negara ASEAN telah mengikuti AIIB, hanya Indonesia yang belum.

"Semoga Bapak Presiden Joko Widodo dapat mempertimbangkan AIIB ini. Saya harap pemerintah baru akan memberikan perhatian dan prioritas tinggi terhadap investasi swasta nasional dalam pembangunan infrastruktur. KADIN Indonesia tidak berhenti mencari investor untuk infrastruktur," tutur Suryo. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)