Kadin: UKM Harus Dominasi Jakarta Fair

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung upaya Pemerintah DKI Jakarta mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mengisi 60-70 persen Jakarta Fair. Karena, Kadin berpandangan, ajang seperti Jakarta Fair bisa membantu UKM untuk meningkatkan kapasitasnya, misalnya, dari usaha berskala mikro menjadi berskala kecil.

Jakarta Fair 2013

“Kadin UKM sangat mendukung ide itu. Anggota kami pun siap berpartisipasi,” ujar Erwin Aksa, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UKM dan Koperasi, di Jakarta, Kamis (6/6/2013).

Erwin mengatakan, pertumbuhan jumlah pengusaha saat ini cukup signifikan pada usaha skala kecil. Hal ini karena adanya perhatian yang cukup besar pada pengembangan usaha mikro. Pengusaha mikro ini kemudian secara masif bermetamorfosis menjadi pengusaha kecil.

“Namun, terdapat ruang yang lowong yakni masih lambatnya pertumbuhan dari usaha kecil ke tingkat menengah. Jangan sampai kita mentok di sini. Kita belum lihat munculnya pengusaha-pengusaha berkualitas dari kelas menengah.”

Dia berpandangan, sejumlah persoalan masih menghambat pengusaha untuk loncat ke kelas menengah, diantaranya belum adanya perhatian dan keberpihakan dari regulator, rendahnya akses permodalan, tidak bisa kompetitiif dengan pengusaha besar, rendahnya akses pasar, dan terhimpit oleh serbuan produk impor.

Akses pasar pelaku UKM saat ini dipandang masih sangat sempit karena pameran sejenis kerap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan berskala besar dan pelaku UKM dari pihak asing. Sedangkan pelaku UKM selalu tersingkir karena umumnya mereka tidak punya anggaran yang cukup untuk membeli area expo.

“Etalase-etalase di pameran-pameran lebih banyak diisi oleh produk-produk dari perusahaan besar. Bila pun ada pameran berskala besar untuk UKM, yang isi selalu UKM asing. Sebab mereka mampu membeli lahan eksponya,” papar Erwin.

Ia memberi contoh, UKM asing yang rajin pameran adalah dari China. “Peralatan mesin-mesin, baut-baut, suku cadang, kunci-kunci, dan lain sebagainya itu dari China kan? Dibuat oleh perusahaan UKM di sana. Mereka ini dibantu pemerintah, pameran ke sini. Ini kita yang kurang. Keberpihakan ke UKM,” tuturnya.

Oleh sebab itu, dia mengusulkan agar Jakarta Fair dapat dijadikan sebagai pameran UKM bertaraf internasional dan terbesar, misalnya se-Asia Tenggara. Di mana pameran ini dapat dijadikan salah satu upaya menaikkan kapasitas usaha kecil ke jenjang lebih atas lagi.

Meski demikian, Erwin mengusulkan agar peserta pameran didorong untuk usaha kecil yang memiliki nilai tambah yang tinggi dan berbasis teknologi. “UKM semacam ini yang memiliki potensi besar untuk scaling up ke usaha menengah,” tegas dia. Selain itu, Kadin pun akan fokus melakukan peningkatan kapasitas pengusaha kecil  ke menengah ke depannya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)