Kembangkan Kredit Mikro, Ini Terobosan Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk terus berupaya menciptakan nilai dengan menggarap kredit mikro. Usaha mikro, kecil, dan menengah adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Berulang kali ekonomi RI diterjang badai krisis, UKM mampu bertahan dan menopang perekonomian nasional.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan, bank pelat merah yang berdiri 2 Oktober 1998 ini membuat sistem yang sederhana. Contoh, nasabah pinjam Rp 10 juta, dia harus menabung Rp 100 ribu per hari. Dengan demikian, peluang macet bisa dikurangi.

“Yang membuat orang sejahtera adalah tanah. Kami punya cita-cita setiap orang yang pinjam dari Bank Mandiri, setelah selesai akan memiliki tanahnya secara formal,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto (Foto: ugm.ac.id) Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto (Foto: ugm.ac.id)

Selain sistem yang simpel, Bank Mandiri juga menggelar profram Mandiri Bersama Mandiri. Artinya, setiap cabang atau outlet bank bertugas mengembangkan potensi yang ada di masing-masing daerah agar nasabah bisa mengembangkan bisnis dan potensi yang ada.

Misalnya, Bank Mandiri mengembangkan usaha peningkatan produktivitas tanaman padi. Program serupa di Wakatobi atau Sumba lebih diarahkan untuk pengembangan sumber daya pariwisata karena pemandangan alam di kedua daerah tersebut sangat mengagumkan.

“Itu kami lakukan secara terintegrasi, mulai dari fasilitas umumnya sampai pembangkit listrik kami bangunkan juga di sana. Jadi, bagaimana masyarakat setempat bisa meningkatkan produktivitas dan akses mereka ke pasar,” katanya.

Sulaiman menjelaskan, Bank Mandiri mulai menyalurkan kredit mikro dengan aset Rp 3 triliun, sebanyak Rp 2,5 triliun diantaranya merupakan channeling melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Perseroan terus mengembangkan akses yang lebih efisien sehingga nasabah mikro menjadi lebih sejahtera setelah menarik pinjaman.

Bank BUMN berlogo pita emas itu mengawali dengan membiayai nasabah perkebunan. Kami berusaha membangun cabang yang dekat dengan mereka sehingga mereka bisa meminjam dobel untuk membeli tanah diluar kebun sebanyak 2-2,5 ha. Sehingga, mereka memiliki penghasilan sampingan.

Bank Mandiri juga mendekati koperasi-koperasi plasmanya untuk membangun kewirausahaan para petaninya. Tak hanya memperoleh pendapatan bunga, perseroan juga membangun kapasitas dan kapabilitas pengusaha mikro.

“Kami membuka 300-400 outlet pertahun untuk kredit mikro. Di Pulau Jawa, kami sudah hadir di setiap kecamatan. Kami sudah hampir ada di setiap kabupaten di Sumatera. Kami punya 2.800 ritel dan hadir di 750 pasar,” katanya. (Reportase: Putri Wahyuni)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)