Kembangkan Pasar Modal Syariah, BondRI Gandeng Paramadina

Direktur Utama Bond Research Institute (BondRI), Tumpal Sihombing dan Kepala Program Paramadina Graduate Schools – Islamic Business and Finance (PGS-IBF) Universitas Paramadina, Dr. Handi Idris, melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) kerja sama sinergis dalam hal riset dan edukasi bersama.

Penandatanganan MoU antara BondRI dengan PGS-IBF Universitas Paramadina yang disaksikan langsung oleh perwakilan rektor dan jajaran manajemen PGS-IBF, melahirkan suatu kemitraan strategis antara BondRI dengan civitas akademika, khususnya dalam disiplin ilmu pengetahuan dan best practices yang berbasis syariah.

MoU ini fokus terhadap penyelenggaraan riset dan edukasi bersama di bidang Surat Berharga Syariah Negara. Diharapkan, MoU ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri jasa keuangan dan pasar modal berbasis syariah di Indonesia. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan dan bermutu bagi segenap pelaku industri jasa keuangan dan pasar modal domestik, agar menjadi lebih kompeten dan bersaing dengan pasar global.

Handi berharap, sinergi yang terbentuk dapat memberikan solusi yang efektif terhadap permasalahan utama yang dihadapi oleh industri syariah, yang menjadi suatu kekuatan yang bersifat dukungan konstruktif terhadap segala upaya dalam mengatasi tantangan yang dihadapi saat ini.

Melalui MoU ini, sinergi yang terbentuk diharapkan juga dapat mendukung program dan kebijakan pemerintah dalam upaya pengembangan industri syariah domestik serta peningkatan daya saingnya secara signifikan di pasar internasional," ujar Handi yang ingin kemitraan ini bisa langgeng.

Pada kesempatan yang sama, Tumpal berpendapat, masalah utama yang dihadapi oleh industri syariah domestik saat ini adalah pengetahuan para pelaku pasar yang belum memadai mengenai prinsip syariah terapan dan kurangnya ketersediaan produk syariah yang terstandardisasi. Masalah lainnya, adalah jumlah SDM yang kompeten masih sangat minim di pasar domestik.

Selain masalah-masalah tersebut, secara spesifik, tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan syariah adalah masih kecilnya pangsa pasar berdasarkan aset dibandingkan total aset perbankan konvensional. Pangsa pasar perbankan syariah hanya 4-5% dari total aset perbankan konvensional pada 2012 lalu. Nilai ini masih sangat kecil dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia yang sudah mencapai figur 23%. Pekerjaan rumah industri syariah domestik masih banyak dan potensi pasar masih terlalu besar untuk tidak digarap.

Tumpal menilai, kemitraan strategis antara BondRI dan Paramadina dapat mendukung upaya integral pemerintah dan pasar dalam mengatasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Untuk itu, kerja sama ini diharapkan membuat hasil yang semakin produktif dan terjalin dengan baik ke depan.

Turut mendukung pernyataan Tumpal, Wijayanto Samirin MPP menyatakan, dengan terbentuknya MoU antara BondRI dan PGS-IBF, salah satu tantangan untuk perkembangan industri syariah yaitu sosialisasi dan edukasi bahwa industri syariah merupakan suatu pilihan produk yang sifatnya terbuka. Bukan suatu industri yang sifatnya ideologis dan eksklusif untuk kaum tertentu.

BondRI mengemban misi sebagai agen perubahan konstruktif yang menyediakan solusi atas kebutuhan informasi dan data yang akurat, kredibel, berbasis riset, dan jasa pengembangan kapasitas SDM yang berkelanjutan dan bermutu bagi segenap pelaku di industri jasa keuangan dan pasar modal domestik. Selain layanan data dan informasi yang akurat, BondRI juga menyediakan program edukasi Advance Bond School dalam rangka menggali potensi para pelaku pasar ke level yang bersifat terapan dan best practices.

Dengan corporate values yang dimiliki, selaku penyedia data/informasi yang akurat melalui aktivitas riset dan edukasi, BondRI berperan aktif dalam upaya peningkatan animo serta minat investasi di pasar domestik. BondRI juga berperan sebagai counterpart yang terpercaya bersama para pelaku di industri jasa keuangan dan pasar modal dalam rangka mengembangkan perekonomian domestik agar semakin kuat, solid, dan kompetitif di kancah perekonomian internasional. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)