Kembangkan SDM, Telkomsel Ogah Setengah-setengah

Perusahaan yang bagus adalah yang memperhatikan karyawannya. Program pengembangan sumber daya manusia sangat krusial dalam menentukan arah perkembangan perseroan. Di era perdagangan bebas seperti sekarang, perusahaan perlu mengembangkan bakat-bakat tersembunyi karyawannya sesuai kebijakan bisnis dan peluang yang ada. Dengan karyawan yang berkualitas dan tentu saja adaptif, perseroan juga yang akan diuntungkan di tengah kerasnya persaingan dunia usaha saat ini.

Manajer HC Communication PT Telkomsel, Dody Setiadi, menuturkan kelanjutan bisnis dan daya saing perusahaan di masa yang akan datang sangat ditentukan oleh kualitas karyawannya. Itulah kenapa, operator pelat merah ini tak mau setengah-setengah dalam menyelenggarakan program pengembangan karyawan. Program yang dibuat bahkan telah terstruktur dan sistematis meliputi pengembangan kompetensi, kepemimpinan, dan karakter.

Saat ini, lanjut dia, Telkomsel sedang memasuki tahap kedua siklus bisnis. Di tahap kedua ini, kompetensi SDM yang dibutuhkan relatif berbeda dengan yang sebelumnya lebih dominan kompetensinya di layanan telekomunikasi Voice dan SMS. Pengembangan SDM untuk fase baru ini masih dalam tahap pematangan di tengah tuntutan bisnis yang semakin cepat bergerak. “Kami akan menyiapkan karyawan yang mampu memenangi persaingan di masa mendatang, khususnya di era industri digital,” katanya kepada SWA.

Dody Setiadi, Manager HC Communication PT Telkomsel Dody Setiadi, Manager HC Communication PT Telkomsel

Untuk mengembangkan bakat karyawannya, Telkomsel punya beberapa program seperti Fundamental Program, yakni program pengembangan karyawan meliputi sistem penilaian berbasis kinerja, identifikasi tingkat kompetensi karyawan, serta penanaman nilai-nilai perusahaans sebagai acuan dalam berperilaku. Selanjutnya, ada program pencarian bakat di Universitas-Universitas terbaik di Tanah Air (Telkomsel Talent Scouting). Ini adalah program khusus untuk mencari calon pemimpin perseroan di masa depan. Di internal, perseroan juga menggelar program pengembangan kepemimpinan.

Untuk karyawan yang punya potensi bagus (High Potential-HIPO), perseroan memberi kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata-2 di seluruh universitas terkemuka di Indonesia maupun di luar negeri. Perseroan juga membuka kesempatan luas kepada karyawan yang berbakat untuk mencari pengalaman bekerja di luar negeri.

“Kami ingin menyiapkan pemimpin masa depan di Telkomsel yang punya eksposure global yang tinggi sehingga mampu membawa perseroan berjaya di kancah bisnis internasional. Untuk pengalaman kerja di luar negeri, kami juga bekerja sama dengan Telkom dan Singtel sebagai perusahaan induk yang punya sayap bisnis di mancanegara,” ujarnya.

Berkat program pengembangan karyawan yang sistematis, menurut Sumanto, karyawan merasa punya keterikatan lebih besar dengan Telkomsel. Karyawan mengapresiasi program talent management yang dibangun perseroan. Ukuran kualitatif lain adalah nilai employee productivity ratio yang dimiliki perusahaan sebesar Rp640.000.000 per karyawan.

“Secara kuantitatif, program tersebut juga mendukung sukses kami dalam meraih target jangka pendek, yakni pertumbuhan dua digit setiap tahun di Enterprise Value (EV), Growth Revenue (GR) dan Digital Business Contribution (DB). Selama kurun 2012-2015, target kami adalah Rp 300 triliun (EV), 33% (GR), dan 30% (DB). Alhamdulillah, sampai tahun kedua, bisnis kami sudah on target,” ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)