Kemendag Dorong Diversifikasi Produk Ekspor Melalui IDDC

Kementerian Perdagangan terus mendorong diversifikasi produk bernilai tambah dan berdaya saing. Upaya ini diwujudkan dengan membuka Indonesia Design Development Center (IDDC) sebagai wadah kolaborasi antara pelaku usaha dengan desainer. Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, meyakini IDDC akan mampu melahirkan produk-produk berbasis desain yang bernilai tambah dan mampu bersaing secara global.

20160929_144218_resized

“Pendirian IDDC merupakan langkah tepat menciptakan produk-produk unggulan berbasis desain," ujarnya saat meresmikan IDDC di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia.

Kemendag telah menginisiasi pendirian IDDC sebagai pusat pengembangan produk ekspor yang bernilai tambah dan berdaya saing di pasar global. Sejak 2014, inisiasi ini juga didukung beberapa Kementerian/Lembaga dan Asosiasi Desain.

Dibangun di atas tanah seluar 1.000 meter persegi IDDC dilengkapi beberapa fasilitas antara pustaka Desain. Menurutnya di IDDC ini pelaku usaha dapat membaca berbagai referensi tentang perkembangan desain di dunia. Ada pula Informasi Desain yang menyediakan akses situs stylus dan euromonitor international. IDDC juga menyediakan Co Work Space dan ruang pertemuan yang dapat digunakan berbagai kegiatan, seperti seminar dan workshop.

Tak hanya itu, fasilitas lain berupa studio foto, laser cutter 3D printer, dan plotter juga telah melayani sejumlah pelaku usaha dari berbagai daerah, baik yang hadir secara langsung ke IDDC, maupun melalui saluran komunikasi secara online. Selain itu,  IDDC juga memfasilitasi produk-produk yang memiliki desain inovatif untuk berpartisipasi pada ajang Design Award. Pada 2016, IDDC telah mengirimkan dua produk Indonesia ke ajang Red Dot Design Award 2016 di Jerman, yaitu produk running shoes League dan kursi rotan dengan label Alvin-T karya Alvin Tjitrowirjo.

Di antara sejumlah fasilitas yang ada, salah satu program andalan yakni Klinik Desain. Melalui program ini, para pelaku usaha dapat bertemu dan berkonsultasi bagaimana cara meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk melalui pengembangan desain.

Lebih lanjut, Enggar mengatakan, pengembangan produk berbasis harus menjadi program yang desain memiliki nilai tambah dan daya saing. Serta menjadi program yang berkelanjutan sehingga membutuhkan komitmen berbagai pihak terkait. Untuk itu, Kemendag menggandeng Kementerian/Lembaga, akademisi, pelaku usaha, dan asosiasi agar bersinergi dan bekerja sama mengembangkan IDDC demi kemajuan perekonomian Indonesia.

Ke depan Mendag berharapkan IDDC dapat mendorong banyak bermunculannya desainer lokal, sehingga industri besar juga dapat bersinergi dengan memberdayakan desainer lokal dalam menciptakan produk-produk baru. "Industri besar dapat memanfaatkan desainer lokal dalam penciptaan produk. Dengan demikian, akan banyak desainer lokal yang andal dan mengangkat citra Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan produk dengan kualitas dan desain yang baik," jelasnya.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)