Kemenhub dan Mitra Digitalisasi Sektor Angkutan Darat

Kementerian Perhubungan melakukan digitalisasi layanannya bekerja sama dengan tiga badan usaha yakni PT Pertamina (Pertamina), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan layanan sektor perhubungan darat. Adapun digitalisasi layanan yang diluncurkan hari ini yaitu Penerapan Penerbitan Elektronik Sertifikat Registrasi Uji Tipe (e-SRUT) dan Kartu Bukti Lulus Uji Berkala Elektronik (BLUe).

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, mengatakan, digitalisasi ini akan meningkatkan penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hasilnya akan digunakan kembali untuk meningkatkan pelayanan sektor perhubungan darat. “Digitalisasi layanan ini ditargetkan mencapai Rp1 triliun pada akhir tahun dan diharapkan akan kembali kepada masyarakat melalui subsidi atau buy the service,” kata dia.

Saat ini masih ada sejumlah terminal bus tipe A seperti di Bali Utara yaitu Terminal Mengwi yang keberadaanya belum maksimal. Oleh karena itu, kementerian berencana untuk memberikan subsidi kepada perusahaan bus untuk mengoperasikan bus menuju Terminal Mengwi setiap 10 menit untuk lebih memberdayakan terminal. “Kami akan bangun 40 terminal tahun depan dan saya minta Organda menyediakan bus yang baru,” kata Menhub.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, menjelaskan, hingga Desember 2019 diharapkan ada sekitar 200 Pemda Kabupaten/Kota sudah menerapkan BLU-e. Sebelumnya, Dinas Perhubungan telah melakukan uji berkala dan menerbitkan buku uji berkala. Namun, banyak pemalsuan dan tidak sesuai norma, standar, prosedur kriteria pengujian. “Makanya ke depan, kendaraan yang tidak sesuai dengan uji berkala seperti kendaraan yang Over Dimensi dan Oberload (ODOL) tidak akan diberikan ijinnya,” ujar Budi Setiyadi menambahkan.

Ada beberapa
keuntungan dalam menerapkan e- SRUT yaitu mempersingkat waktu
pengurusan SRUT, APM dapat menyediakan komputer untuk mencetak e-SRUT
di masing-masing dealer, lebih aman, dan mempermudah integrasi data
antara instansi. Budi Setyadi mengatakan diperlukan partisipasi
swasta untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan pelayanan
angkutan darat.

“Kerja sama dengan sektor lainnya, seperti kementerian/lembaga, BUMN, dan Perseroan Terbatas akan terus kami lakukan,” kata dia. Sebagai langkah awal, saat ini pemerintah telah bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) berupa penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakan Umum (SPBU) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk berupa penyediaan ritel semi modern di terminal tipe A.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)