Kementerian ESDM Targetkan 10 Ribu Desa Teraliri Listrik 2019

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Ignasius Jonan, mengatakan, hingga saat ini masih ada 10 ribu desa yang belum teraliri listrik, "Kami menargetkan sampai tahun 2019 nanti 10 ribu desa itu sudah teraliri listrik," ujar Jonan di Forum

Jonan menjelaskan, 10 ribu desa itu tidak seluruhnya belum teraliri listrik, "Maksudnya dari 10 ribu desa itu dalam satu desa misalnya ada 10 dusun maka tiga dusun sudah ada listrik sisanya belum,"  kata dia.

Tahun 2016 lalu, ada 2.500 desa yang belum teraliri listrik. Namun, saat ini desa-desa tersebut telah teraliri listrik dari sumber home solar system atau listrik tenaga surya. Jonan mengatakan pemerintah menargetkan hingga tahun 2019 bisa mencapai 97 % target keterjangkauan listrik di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah juga telah memasang solar system di 250 ribu rumah. Dengan memanfaatkan teknologi surya hemat energi itu, menurut Jonan, bisa membantu wilayah yang tidak teraliri listrik. "Satu solar sistem bisa menghidupkan empat lampu dengan kapasitas 60 watt dengan masa hidup enam jam sehari," jelasnya.

Target pemerintah untuk membangun pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% di tahun 2025. Hingga saat ini EBT di Indonesia baru mencapai sekitar 6% dari target.

Pemerintah pun terus menggenjot peningkatan investasi di sektor pembangkit listrik EBT. Salah satunya dengan mendinamiskan regulasi investasi EBT yang sebelumnya sangat rumit. Selain itu juga memgupayakan untuk dapat menjual listrik EBT dengan harga yang kompetitif.

Jonan megatakan harga murah renewable energy atau EBT adalah keniscayaan. Apalagi, kata Jonan, ketika dirinya mengetahui jika Denmark bisa menciptakan harga yang sangat kompetitif dari Pembangkit Listrik Tenaga Angin.

“Pembangkit listrik tenaga bayu, kalau Offshore di Denmark tarifnya 4 cent per kwh,” katanya.Di Indonesia saat ini masih dikisaran 11 cent per kwh, Jonan berharap bisa melakukan negosiasi antara pihaknya, PLN dan perusahaan pengembang untuk diperoleh harga jual yang lebih murah ke masyarakat.

Jonan menegaskan jika penawaran harga renewable energy yang kompetitif bukanlah semata-mata demi pemerintah. Namun, juga demi kelangsungan usaha tersebut agar dapat bersaing dengan perkembangan teknologi yang pastinya akan dapat membuat harga listrik lebih murah.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!