Kemitraan Indonesia – Australia Fokus pada Perbaikan Air Minum dan Sanitasi

Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) merupakan sebuah prakarsa yang didukung oleh Pemerintah Australia dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lewat kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kebijakan, perencanaan, dan investasi infrastruktur. Dengan fokus pada isu-isu air minum, sanitasi, transportasi serta sejumlah isu kebijakan lintas sektoral, semua kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kapasitas daerah, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Kegiatan Pemerintah Australia melalui IndII sebenarnya mencakup berbagai program di bidang infrastruktur. Ini salah satu support pemerintah Australia di bidang infrastruktur yang dilakukan melalui Australia-Indonesia Infrastructure Research Awards (AIIRA) terkait dengan pengembangan kebijakan di bidang air minum dan sanitasi. Mengapa ini penting? "Sebab, kami mempunyai target air minum dan sanitasi 100% di tahun 2019. Untuk tahun 2015 air minumnya sekitar 70% dan untuk sanitasinya sekitar 72%. Paling tidak untuk sanitasi dasar bisa tercapai 100%,” kata Ir Wismana Adi Suryabrata, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas.

aqua

Pemerintah Australia melalui IndII merancang AIIRA pada 2013, yang menyertakan masukan dari Pemerintah Indonesia dalam setiap tahapan program. AIIRA bertujuan untuk meningkatkan kebijakan infrastruktur dan praktek di Indonesia melalui penelitian kolaboratif antara organisasi penelitian Indonesia dan Internasional. Transfer pengetahuan adalah bagian integral setiap kemitraan penelitian, bersama dengan mencapai dan berkomunikasi hasil penelitian yang spesifik. Lebih dari 50 aplikasi dari mitra di Indonesia dan di Eropa, Amerika Utara, Asia, Selandia Baru dan Australia diterima. Sebelas di antaranya menerima dana penelitian penuh hingga Au$ 150.000 masing-masing.

Temuan penelitian AIIRA ini diharapkan dapat mendorong dialog kebijakan untuk memperluas kegiatan pembangunan yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Di sektor air minum dan sanitasi misalnya, Program Hibah Air Minum 2015 IndII bagi 108.891 rumah tangga, yang mayoritas mengandalkan perempuan dan anak perempuan berusia sekolah mencari air untuk keluarga. Kini mereka hanya perlu mengeluarkan sedikit biaya serta mempunyai lebih banyak waktu untuk menjalankan kegiatan produktif setelah memiliki sambungan air minum di rumah.

Program AIIRA melibatkan kolaborasi antara lembaga riset, universitas, lembaga swadaya masyarakat serta lembaga pemerintah yang pada akhirnya akan mewujudkan rasa percaya diri dan kepercayaan yang menjadikan pihak-pihak yang terlibat dapat menyelesaikan masalah secara bersama-sama sebagai mitra sekaligus memberikan manfaat kepada pemerintah Indonesia dalam proses pengambilan keputusan tentang penyediaan infrastruktur kepada publik, terutama akses akan air minum dan sanitasi.

“Kegiatan ini untuk membangun infrastruktur, karena infrastruktur memang menjadi kunci untuk pembangunan nasional. Sebagai negara tetangga, kami rasa kami layak untuk menjadi mitra yang jelas. Dalam proyek ini tentu saja sanitasi dan akses untuk air adalah suatu perubahan yang baik hidup orang terutama kaum wanita dan anak-anak. Dalam pengerjaannya pun dibutuhkan kerja sama dari berbagai stakeholder. Terlebih infrastruktur itu selalu ada perubahan,” ungkap Steven Barraclough, Minister Counsellor Ekonomi, Investasi dan Infrastruktur, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Ke depannya, Pemerintah Australia berharap riset analisis seperti ini dapat meningkatkan hubungan akrab dengan pemerintah lokal, masyarakat lokal baik di Indonesia maupun internasional dan bisa mewujudkan program dan policy yang lebih tepat.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)