Kencangnya Laju Modernisasi PPD

Rasanya masih segar dalam ingatan bus-bus Perum PPD yang reyot, kumuh dan ‘semarak’ dengan berbagai aroma yang memusingkan. Namun itu dulu. Kini BUMN transportasi yang embrionya hadir sejak 1920 itu terus berbenah. Bus-busnya baru, bersih dan wangi. Bahkan, di sejumlah rute tertentu bus Perum PPD sudah dilengkapi dengan wifi gratis. Keren!

Memang, seperti yang dipaparkan oleh Direktur Perum PPD Tatan Rustandi, pihaknya terus menggenjot modernisasi perusahaan. Total saat ini PPD memiliki 704 unit bus. Lebih dari separuhnya atau 450 unit dioperasikan untuk TransJakarta. Sementara 20 unit lagi untuk JA Connexion, layanan transportasi bus dari mal-mal di Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta dan sebaliknya. Sementara sisanya umumnya tengah masuk masa perawatan dan pemeliharaan. “Kenyataan tersebut membuat PPD bangga karena terlibat untuk membuat mutu transportasi di Jakarta semakin modern dan menjadi pilihan masyarakat. Peranan tugas pokok PPD sebagai penyedia sarana pengangkutan penumpang kini kian penting dan berarti,” ujar Tatan di acara Buka Bersama dan Santunan Yatim Piatu di Kantor Pusat Perum PPD, Jalan DI Pandjaitan Nomor 1, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (16/6).

Karenanya, Tatan melanjutkan, PPD yang akan tepat berusia 63 tahun pada 29 Juni 2017 besok, semakin menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki diri demi menyediakan sarana transportasi umum bagi Jakarta. “Itu semua sebagai dukungan kepada Pemerintah dalam hal semakin baik memberikan pelayanan kepada warga negara. Apalagi transportasi adalah vital atau tulang pergerakan kehidupan masyarakat,” Tatan menegaskan.

Sejalan dengan semangat inovasi tersebut, salah satu gebrakan terbaru PPD adalah peluncuran layanan bis ke Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat dari berbagai mal di Jakarta seperti Mal Taman Anggrek, ITC Cempaka Putih, dan Mal Kelapa Gading. Layanan ini sendiri terintegrasi dengan program Jakarta Airport Connexion (JA Connexion) oleh Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ).

Layanan JA Connexion membidik pebisnis maupun wisatawan yang banyak bepergian menggunakan pesawat dan menginginkan suasana tunggu yang berbeda, sehingga mendapatkan fasilitas transportasi yang praktis. Karena itu fasilitasnya pun cukup nyaman yang mencakup reclining seat, penyejuk ruangan sampai wifi gratis. Harga yang ditawarkan pun sangat murah untuk masa promosi saat ini, yakni Rp 25 ribu per penumpang. Adapun sampai akhir tahun 2017 PPD akan mengoperasikan tak kurang dari 200 bus untuk melayani JA Connexion.

Tidak hanya JA Connexion saja gebrakan anyar Perum PPD. Saat ini BUMN transportasi tersebut juga melengkapi kantor pusatnya dengan command center, pusat operasional yang dapat memantau pergerakan bus yang melayani JA Connexion. Di salah satu ruangan, terdapat layar monitor besar yang tersusun dari enam panel layar datar berukuran besar. “Ini kami bangun dengan hanya 4 tenaga TI saja, dan semuanya internal. Dengan command center ini kami bisa memantau semua pergerakan bus kami karena armada kami telah dilengkapi GPS dan bahkan sensor yang bisa memantau perilaku berkendara pengemudi,” terang Arga Narendra, Manajer Komunikasi Pemasaran Perum PPD kepada wartawan di acara serupa.

Arga lebih lanjut memaparkan, di bawah kepemimpinan Tatan Rustandi, PPD memang terus melaju dengan inovatif. Salah satunya ditunjukkan dengan diberikannya kesempatan kepada anak muda seperti Arga untuk tampil menjadi wajah PPD. “Saat ini memang tengah dilakukan peremajaan, Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada 24 orang mahasiswa/I Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Setelah lulus nantinya mereka akan mengikuti ikatan dinas dengan bekerja di PPD. Adapun karyawan senior tetap dihargai dan diberi kehormatan untuk menjadi mentor dari yang muda-muda,” Arga menjelaskan.

Saat ini PPD sendiri ditenagai oleh 450 karyawan yang berada di kantor dan 1.067 pengemudi di lapangan yang bersertifikasi nasional. “Perum PPD menjamin bahwa layanan yang diberikan merupakan yang terbaik dari segi operasional dan pemeliharaan armada. Karena bagi PPD, layanan pengangkutan penumpang pada hakekatnya adalah memfasilitasi transportasi agar kehidupan masyarakat semakin bermutu, antara lain mengurangi kemacetan dan memiliki prilaku sosial yang lebih baik,” ujar Arga seraya mengakhiri pembicaraan saat menjelang waktu berbuka puasa.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)